PGN
Kamis, 26 Juni 2025 13:49 WIB
Penulis:Pratiwi

JAKARTA (sijori.id) – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) terus mengedepankan affordability gas bumi yang optimal, khususnya bagi sektor industri. Komitmen ini dijalankan untuk menjaga keberlanjutan pemanfaatan gas bumi dalam mendukung kegiatan bisnis dan investasi industri, serta menyokong kebijakan pemerintah demi memberikan multiplier effect terhadap perekonomian nasional.
Terdapat tiga elemen utama yang saling terkait dan membentuk fondasi keberlanjutan industri, yaitu produksi dan alokasi gas, permintaan dan pemanfaatan, serta kesiapan infrastruktur. PGN berperan mensinergikan ketiga elemen tersebut agar berjalan secara berkesinambungan.
“PGN sebagai agregator gas bumi nasional mengoptimalkan perannya untuk memastikan penyaluran gas dari titik serah pasokan hingga ke fasilitas pelanggan, didukung oleh kesiapan infrastruktur pipa sepanjang kurang lebih 31 ribu kilometer serta fasilitas regasifikasi LNG di Arun, Lampung, dan Jawa Barat,” ujar Direktur Utama PGN, Arief S. Handoko, dalam acara Customer Business Forum bersama pelanggan industri di wilayah SOR II pada Selasa (24/6/2025).
Arief melanjutkan, PGN memahami tantangan yang tengah dihadapi pelanggan saat ini. Oleh karena itu, PGN terus mengupayakan pemenuhan kebutuhan gas dengan harga yang kompetitif. Sejak Mei 2024, pasokan gas LNG telah ditambahkan untuk menyeimbangi pasokan gas pipa yang mengalami penurunan. “LNG terus kami garap agar dapat menjadi portofolio pasokan domestik jangka panjang, sehingga diharapkan formulasi harganya tetap kompetitif,” ungkapnya.
“PGN juga terus berkoordinasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan terkait guna memperoleh sumber-sumber pasokan gas bumi. Langkah ini penting untuk memenuhi kebutuhan energi dalam negeri dan menjaga ketersediaan pasokan,” jelas Arief.
Selain itu, PGN juga agresif dalam membangun dan mengembangkan infrastruktur gas bumi agar konektivitas pelanggan semakin baik. Infrastruktur menjadi elemen krusial untuk mendukung aspek energy security dan affordability, serta memperkuat peran gas bumi sebagai energi transisi. “PGN telah menyusun roadmap pembangunan infrastruktur yang terintegrasi secara nasional,” imbuh Ratih Esti Prihatini, Direktur Komersial PGN, dalam forum yang sama.
PGN hadir dengan berbagai pilihan solusi yang dapat dimanfaatkan pelanggan agar memperoleh nilai tambah yang optimal. “PGN memiliki diferensiasi produk dan layanan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan, serta kondisi yang paling optimal bagi pelanggan dalam memanfaatkan gas bumi. Affordability to pay pengguna gas bumi juga bervariasi antarwilayah dan antarsegmen,” jelas Ratih. “Selain itu, PGN juga hadir sebagai mitra yang willing to share the gain and the pain,” tambahnya.
“Ketika PGN memperoleh pasokan LNG dengan harga lebih rendah, tentu PGN akan share the gain dengan memberikan penyesuaian harga kepada pelanggan dan menghadirkan program-program komersial yang memberikan nilai tambah. Namun sebaliknya, jika PGN memperoleh pasokan dengan harga yang relatif lebih tinggi, maka hal ini tentu harus diperhitungkan dalam harga jual kepada pelanggan—tentunya dengan tetap mempertimbangkan harga yang paling kompetitif,” lanjut Ratih.
Penetapan harga yang kompetitif merupakan salah satu komitmen PGN dalam menjaga keberlanjutan penyaluran gas kepada pelanggan, terutama di tengah tantangan energi global dan kondisi geopolitik di Timur Tengah saat ini yang berdampak pada fluktuasi harga minyak dunia. “PGN akan terus memberikan informasi perkembangan yang terjadi kepada pelanggan dan memastikan mereka memperoleh price signal yang tepat serta harga gas yang kompetitif,” papar Ratih.
Tak kalah penting, PGN senantiasa mematuhi regulasi yang berlaku. Regulasi ini menjadi instrumen penyeimbang untuk memastikan seluruh proses layanan gas bumi berjalan sesuai prinsip tata kelola yang baik, adil, dan berorientasi pada kepentingan nasional.
Lebih lanjut, PGN mendukung pemerintah dalam memastikan jaminan ketahanan energi, khususnya di sektor gas bumi. Untuk itu, sinergi seluruh pemangku kepentingan—pemerintah, industri hulu migas, infrastruktur, dan pengguna gas—menjadi kunci terciptanya kemandirian serta ketahanan energi nasional.
Sebagai bagian dari Danantara—entitas yang dibentuk pemerintah untuk menciptakan value creation dari pengelolaan BUMN—PGN juga diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi pemerintah dalam pengelolaan rantai bisnis gas bumi. (*)
Bagikan