PGN Raih Penghargaan Best Companies to Work for in Asia 2026,

Jumat, 12 Juni 2026 11:54 WIB

Penulis:Pratiwi

PGN.jpg

JAKARTA (sijori.id) - PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional dengan meraih penghargaan Best Companies to Work for in Asia 2026 – Indonesia Chapter dalam ajang HR Asia Awards 2026 yang digelar di Jakarta, Jumat (5/6).

Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas keberhasilan PGN dalam membangun lingkungan kerja yang sehat, profesional, dan kompetitif, sekaligus memperkuat transformasi sumber daya manusia (SDM) untuk mendukung keberlanjutan bisnis perusahaan.

Direktur SDM dan Penunjang Bisnis PGN, Rachmat Hutama, mengatakan penghargaan tersebut mencerminkan komitmen perusahaan dalam menciptakan tempat kerja berstandar global yang mampu mendorong keterlibatan dan pengembangan pekerja secara berkelanjutan.

“Penghargaan ini merupakan apresiasi atas komitmen PGN dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan profesional dengan standar global, sekaligus membangun employee engagement yang kuat di seluruh lini perusahaan. Kami percaya bahwa transformasi bisnis hanya dapat berjalan optimal melalui pekerja yang engaged, adaptif, dan memiliki ruang untuk terus berkembang,” ujar Rachmat.

Menurutnya, PGN terus memperkuat kapabilitas pekerja melalui berbagai program pengembangan kompetensi, kepemimpinan, serta penyediaan ruang kolaborasi dan inovasi. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam menyiapkan talenta unggul yang mampu menjawab tantangan industri energi yang terus berkembang.

Dalam proses penilaian HR Asia Awards 2026, PGN dinilai berhasil menerjemahkan visi perusahaan ke dalam strategi pengelolaan SDM yang terarah. Penilaian tersebut didukung oleh Employee Value Proposition (EVP) yang kuat serta berbagai inisiatif transformasi human capital yang terintegrasi.

Salah satu program unggulan yang menjadi fondasi pencapaian tersebut adalah Human Capital Unggul. Program ini mengintegrasikan strategi bisnis dengan pengembangan SDM secara menyeluruh, mulai dari pengelolaan talenta berbasis data hingga pengembangan kepemimpinan yang terstruktur.

PGN menerapkan pendekatan pengembangan kompetensi melalui skema 70 persen assignment, 20 persen coaching, dan 10 persen training. Skema tersebut diperkuat dengan keberadaan learning academy serta succession planning untuk mempersiapkan pemimpin masa depan perusahaan.

Selain fokus pada pengembangan talenta, PGN juga secara konsisten memperkuat budaya perusahaan melalui implementasi Living Core Values yang terukur dan berkelanjutan. Upaya tersebut didukung oleh hubungan industrial yang harmonis serta digitalisasi sistem human capital guna meningkatkan efisiensi dan kualitas pengambilan keputusan berbasis data.

Keunggulan pengelolaan SDM PGN juga tercermin dari penerapan standar global, komitmen terhadap keberagaman dan inklusivitas, serta perhatian terhadap kesejahteraan pekerja. Human capital ditempatkan sebagai strategic partner yang berperan penting dalam mendukung transformasi bisnis dan agenda keberlanjutan perusahaan.

Saat ini, PGN Group memiliki lebih dari 2.700 pekerja yang tersebar di berbagai wilayah operasional. Perusahaan terus menjaga keseimbangan antara kebutuhan operasional dan efisiensi organisasi melalui pengelolaan SDM yang optimal.

Pada 2025, tingkat perputaran pekerja (turnover rate) PGN tercatat sebesar 3,14 persen. Angka tersebut menunjukkan tingkat retensi karyawan yang baik serta tingginya keterikatan pekerja terhadap perusahaan.

Transformasi SDM yang dijalankan PGN mencakup pengembangan talenta, penguatan budaya perusahaan, digitalisasi sistem, peningkatan operational excellence, hingga penguatan inklusivitas. Seluruh langkah tersebut diarahkan untuk membangun organisasi yang tangguh, adaptif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

“Secara keseluruhan, strategi pengelolaan SDM PGN diarahkan untuk mewujudkan high performance organization, memastikan kesiapan talenta masa depan, meningkatkan produktivitas, mendukung agenda ESG, serta memperkuat digitalisasi sistem SDM secara terintegrasi,” tutup Rachmat.