Pipa Gas Natuna–Pemping Mulai Dibangun, Investasi Rp1 T

Selasa, 10 Februari 2026 16:24 WIB

Penulis:Pratiwi

wesat-natuna.jpg

BATAM (sijori.id) – Proyek pembangunan pipa gas dari West Natuna Transportation System (WNTS) menuju Pulau Pemping resmi dimulai. Groundbreaking digelar di Pulau Pemping, Kecamatan Belakang Padang, Selasa (10/2/2026).

Proyek strategis ini menjadi langkah krusial untuk memperkuat pasokan gas bumi sekaligus meningkatkan keandalan listrik di Batam dan wilayah sekitarnya. Nilai investasinya mencapai sekitar Rp1 triliun.

Direktur Utama PT PLN Energy Primer Indonesia (PLN EPI), Rakhmad Dewanto, menyebut pembangunan pipa WNTS–Pemping sebagai tonggak penting sektor energi nasional. Menurutnya, kebutuhan listrik Batam tumbuh sekitar 15 persen per tahun, jauh melampaui rata-rata nasional.

Lebih dari 90 persen pasokan listrik Batam saat ini bergantung pada gas bumi. Kebutuhan gas mencapai 160–180 juta kaki kubik per hari. Dengan beroperasinya pipa WNTS–Pemping, gas Natuna akan mengalir langsung ke Batam sehingga keandalan pasokan listrik semakin terjamin.

Proyek ini sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Kementerian ESDM menugaskan PLN melalui PLN EPI membangun pipa tersebut sejak 31 Januari 2025. PLN EPI juga telah mengamankan kontrak pasokan gas sebesar 111 juta kaki kubik per hari untuk periode 2027–2035.

Direktur PT Timas Suplindo, Hugo Tangara, menjelaskan proyek dikerjakan dengan skema fast track. Saat ini, progres konstruksi telah mencapai sekitar 27 persen. Pekerjaan trenching dari darat ke laut telah dimulai, sementara proses pipelaying dilakukan menggunakan kapal DP2 berbendera Indonesia.

Menurut Hugo, tantangan terbesar proyek ini adalah penyambungan pipa WNTS ke Pulau Pemping dengan metode hot tapping. Ia menegaskan aspek keselamatan kerja menjadi prioritas utama, dengan seluruh sistem diuji dan dikomisioning sesuai standar.

Direktur Manajemen Pembangkitan PT PLN (Persero), Rizal Calvary Marimbo, menilai proyek ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur, tetapi bagian dari strategi besar ketahanan energi. Pipa WNTS–Pemping akan menjadi jalur utama gas Natuna untuk kebutuhan domestik, sejalan dengan kebijakan Domestic Market Obligation (DMO).

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyebut proyek ini sebagai fondasi penting bagi masa depan Batam. Ia menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi dan investasi Batam membutuhkan dukungan energi yang andal dan berkelanjutan.

Menurutnya, pertumbuhan kelistrikan Batam mencapai 15 persen per tahun, sementara sistem energi masih mengalami defisit sekitar 25 BBTU. Di sisi lain, realisasi investasi Batam pada 2025 mencapai Rp69,3 triliun, melampaui target yang ditetapkan.

Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menilai pembangunan pipa WNTS–Pemping sebagai momentum pergeseran kebijakan energi nasional. Selama ini, gas Natuna lebih banyak dialokasikan untuk ekspor. Kini, prioritas diarahkan untuk kebutuhan dalam negeri.

Djoko menegaskan proyek ini tidak hanya mengalirkan gas dari Natuna, tetapi juga membuka akses bagi potensi gas lain di masa depan. Dengan pasokan gas yang lebih andal, ia optimistis daya saing industri Batam akan semakin kuat.

Acara groundbreaking ditutup dengan prosesi penanaman pipa oleh para pejabat dan tamu undangan, menandai dimulainya fase konstruksi proyek strategis tersebut. (*)

Tags:batam