Minggu, 26 Juli 2026 09:19 WIB
Penulis:Pratiwi

(sijori.id) - Rambut beruban merupakan bagian alami dari proses penuaan yang hampir dialami setiap orang. Meski sering dikaitkan dengan bertambahnya usia, kemunculan uban ternyata tidak hanya dipengaruhi faktor usia, tetapi juga genetik, lingkungan, hingga gaya hidup.
Para ahli menjelaskan bahwa rambut berubah menjadi abu-abu, kemudian putih, ketika sel-sel penghasil melanin berhenti bekerja. Melanin merupakan pigmen alami yang memberi warna pada rambut, kulit, dan mata.
Selama siklus pertumbuhan rambut yang berlangsung bertahun-tahun, folikel rambut terus memproduksi melanin. Namun, setelah melalui sekitar tujuh hingga 15 siklus pertumbuhan, kemampuan tersebut perlahan menghilang sehingga rambut kehilangan warnanya.
Profesor Ilmu Dermatologi dari University College Dublin sekaligus Direktur Charles Institute of Dermatology, Desmond Tobin, menyebut faktor genetik menjadi penyebab paling dominan yang menentukan kapan seseorang mulai beruban.
Menurutnya, usia munculnya uban sangat bervariasi. Sebagian orang mulai melihat helai uban sejak usia 30-an, sementara yang lain baru mengalaminya pada usia 40 tahun atau lebih. Bahkan, kemunculan uban pada usia yang lebih muda juga bukan kondisi yang tidak normal.
Selain faktor keturunan, berbagai faktor eksternal juga dapat mempercepat proses penuaan rambut, antara lain:
Faktor-faktor tersebut dapat memengaruhi kondisi folikel rambut sehingga mempercepat hilangnya pigmen alami.
Hingga saat ini belum ada metode yang terbukti secara ilmiah mampu menghentikan atau membalikkan proses rambut beruban secara permanen setelah dimulai.
Meski demikian, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa menjaga kesehatan tubuh dapat membantu memperlambat proses penuaan, termasuk pada rambut.
Salah satu langkah yang disarankan adalah meningkatkan konsumsi makanan kaya antioksidan, seperti:
Antioksidan membantu mengurangi stres oksidatif yang menjadi salah satu penyebab kerusakan sel akibat proses penuaan.
Tobin juga menjelaskan bahwa beberapa penelitian menemukan folikel rambut yang mulai beruban masih memiliki potensi untuk kembali menghasilkan pigmen dalam kondisi tertentu, misalnya setelah perubahan terapi atau pengobatan. Namun, temuan tersebut masih memerlukan penelitian lebih lanjut sebelum dapat diterapkan secara luas.
Di media sosial beredar anggapan bahwa generasi muda, termasuk Gen Z dan milenial, mengalami penuaan biologis lebih cepat dibanding generasi sebelumnya. Salah satu tanda yang sering dikaitkan adalah munculnya uban di usia muda.
Menurut Tobin, ada sejumlah penelitian awal di Eropa dan Amerika Serikat yang mengindikasikan bahwa Gen Z dan milenial mungkin memiliki usia biologis yang lebih tinggi dibanding generasi terdahulu pada usia kronologis yang sama.
Fenomena tersebut diduga dipengaruhi berbagai faktor gaya hidup modern, seperti:
Selain itu, Tobin menilai perubahan pola hidup modern membuat manusia semakin jauh dari ritme sirkadian alami tubuh. Padahal, ritme biologis tersebut berperan penting dalam mengatur siklus tidur, produksi hormon, metabolisme, serta proses regenerasi sel, termasuk kesehatan rambut.
Meski demikian, para ahli menegaskan bahwa kemunculan uban tetap merupakan proses biologis yang normal. Menjaga pola makan bergizi, tidur yang cukup, mengelola stres, dan menghindari paparan rokok maupun polusi menjadi langkah terbaik untuk membantu menjaga kesehatan rambut sekaligus memperlambat proses penuaan secara keseluruhan. (*)
Bagikan