Realisasi Investasi Batam 2025 Tembus Rp69,3 Triliun

Rabu, 21 Januari 2026 09:36 WIB

Penulis:Pratiwi

Editor:Pratiwi

Tanpa sarana Pelabuhan yang layak maka sulit bagi Batam untuk bersaing dengan kawasan investasi lain
Tanpa sarana Pelabuhan yang layak maka sulit bagi Batam untuk bersaing dengan kawasan investasi lain undefined

BATAM (sijori.id) - Di tengah meningkatnya kehati-hatian arus modal global serta penyesuaian rantai pasok internasional, Batam mencatat realisasi investasi riil sebesar Rp69,30 triliun sepanjang 2025. Angka ini melampaui target tahunan Rp60 triliun, atau sekitar 15 persen di atas sasaran yang ditetapkan.

Capaian tersebut menempatkan Batam sebagai salah satu kawasan dengan kualitas pelaksanaan investasi industri yang menonjol secara nasional.

Kepala BP Batam Amsakar Achmad menilai kinerja investasi ini mencerminkan penguatan fundamental ekonomi kawasan. Menurut dia, pertumbuhan tidak semata ditopang oleh penambahan jumlah proyek, melainkan oleh ekspansi dan pendalaman kapasitas pelaku usaha yang telah beroperasi.

“Yang terlihat adalah modal yang benar-benar bekerja di lapangan, bukan sekadar rencana,” ujar Amsakar.

Ia menambahkan, percepatan realisasi pada paruh kedua 2025 menandai meningkatnya belanja modal sektor industri. Fase ini menunjukkan Batam mulai memasuki tahap pendalaman modal (capital deepening) yang berdampak langsung pada produktivitas dan daya saing kawasan.

Dari sisi struktur, Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Candra menyebut komposisi investasi Batam kian matang, baik dari asal negara penanam modal maupun sektor usaha. Sepanjang 2025, Singapura masih menjadi investor utama, disusul Taiwan, China, Malaysia, Hongkong, Belanda, Amerika Serikat, Jepang, Swiss, dan Perancis.

Menurut Li Claudia, komposisi tersebut menegaskan keterhubungan Batam dengan jaringan manufaktur dan logistik regional serta global, sekaligus menunjukkan konsentrasi investasi pada sektor-sektor produktif penopang industri inti.

“Struktur ini memperlihatkan Batam semakin terintegrasi dalam rantai pasok regional dan global,” katanya.

Penguatan investasi juga didorong oleh lonjakan penanaman modal dalam negeri (PMDN). Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam Fary Djemy Francis menyampaikan, berdasarkan laporan investasi nasional, realisasi investasi Batam mencapai Rp44,01 triliun, melampaui target Rp36,99 triliun atau setara 118,97 persen.

Secara tahunan, PMDN tumbuh 125,90 persen dari Rp8,16 triliun pada 2024 menjadi Rp18,43 triliun pada 2025. Sementara itu, penanaman modal asing (PMA) meningkat menjadi Rp25,58 triliun.

“Lonjakan PMDN mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor domestik dan kuatnya reinvestasi pelaku usaha nasional, yang menjadi penyangga penting di tengah volatilitas global,” kata Fary.

Secara makro, capaian ini terjadi ketika banyak negara menghadapi pengetatan likuiditas dan penataan ulang rantai pasok. Dalam konteks tersebut, Batam dinilai mampu mempertahankan momentum investasi berkat keunggulan struktural sebagai lokasi produksi yang efisien, dekat dengan pasar regional, serta didukung infrastruktur industri yang relatif matang.

BP Batam menegaskan, realisasi investasi yang dicatat merupakan aktivitas ekonomi yang benar-benar berlangsung di lapangan, tercermin dari peningkatan belanja modal dan kapasitas produksi. Pengukuran difokuskan pada investasi yang diwujudkan dalam aset produktif, seperti mesin, peralatan industri, dan fasilitas produksi.

Dengan pendekatan tersebut, realisasi investasi Batam pada 2025 tercatat Rp69,30 triliun, meningkat dari posisi triwulan III sebesar Rp54,7 triliun, dan sekitar 15 persen di atas target tahunan. Capaian ini menegaskan bahwa pertumbuhan investasi Batam tidak hanya bersifat nominal, tetapi juga berkualitas dan berdampak nyata bagi struktur industri kawasan.

Tag:
 

Meta Description: