hang nadim
Senin, 23 Agustus 2021 13:57 WIB
Penulis:Pratiwi

BATAM (sijori.id) - Badan Pengusahaan (BP) Batam serta Konsorsium Angkasa Pura (AP) I tengah mempersiapkan perjanjian kerja sama pengembangan Bandara Hang Nadim. Ada perubahan jadwal yang semula kegiatan tersebut dimulai November, tapi diundur karena kondisi penyesuaian dengan pandemi Covid-19.
"Terakhir Angkasa Pura I tengah persiapan perjanjian kerja sama. Makanya mundur sedikit dari jadwal, karena ada penyesuaian dengan pandemi," kata Kasubdit Pembangunan Kepelabuhanan dan Kebandaraan BP Batam, Boy Zasmita, Sabtu (21/8/2021).
Adapun saat awal pengembangan nanti, konsorsium AP 1 akan langsung mengambil pengelolaan bandara, mulai dari terminal penumpang, runaway dan lain-lain.
" Nanti langsung dikelola oleh konsorsium," imbuhnya.
Namun, sebelum itu akan ada masa peralihan, dimana BP Batam akan melakukan pendampingan atau asistensi kepada konsorsium. "BUBU Hang Nadim masih ada, tapi yang dikelola yakni beberapa hal yang tidak masuk dalam lingkup kerjasama. Misalnya, terminal kargo dipegang AP 1, maka gudangnya dipegang BP Batam," ungkapnya.
Adapun target konsorsium paling utama yakni membangun terminal penumpang kedua dalam waktu dua tahun, lalu kemudian mendatangkan penerbangan internasional ke Batam.
"Salah satu bagian dari konsorsium yakni Incheon punya jaringan di luar negeri. Tempat-tempat strategis juga sudah dipetakan," paparnya.
Luas area yang akan dikelola konsorsium kurang lebih 350 hektare. Pemenang lelang akan melaksanakan perbaikan terminal 1, pembangunan terminal 2, serta mengoperasikan fasilitas runway dan gedung kargo.
Total investasi mencapai Rp 6,8 triliun. Tujuan pengembangan bandara adalah untuk mengantisipasi jumlah penumpang yang terus naik, dan juga mengembangkan bisnis kargo agar menjadi salah satu lini utama pemasukan bandara.
Sebagai pemimpin konsorsium, Angkasa Pura I akan bertanggung jawab dalam hal manajemen operasional dan komersial secara umum.
Sementara itu, IIAC memiliki kewajiban dan tanggung jawab dalam hal pemasaran dan strategi pengembangan bandara secara umum.
Sedangkan WIKA selaku BUMN bidang konstruksi yang terintegrasi dengan industri pendukungnya memiliki tanggung jawab dalam hal manajemen infrastruktur bandara. (*)
Bagikan