RSBP Batam Perkuat Peran Rumah Sakit Rujukan

Minggu, 08 Februari 2026 13:30 WIB

Penulis:Pratiwi

RSBP.jpg

JAKARTA (sijori.id) – Pemerintah pusat menaruh perhatian pada penguatan layanan kesehatan di daerah. Batam, dengan posisi strategisnya di Kepulauan Riau, dinilai memiliki potensi besar sebagai pusat layanan kesehatan sekaligus tujuan wisata medis. Perspektif itulah yang mengemuka dalam audiensi antara manajemen Rumah Sakit BP Batam (RSBP Batam) dan Wakil Menteri Kesehatan RI, dr. Benyamin Paulus Octavianus, di Jakarta.

Dalam pertemuan tersebut, Wakil Menteri Kesehatan menekankan pentingnya pemerataan layanan penyakit jantung. Menurutnya, penguatan fasilitas kesehatan idealnya diarahkan ke rumah sakit yang telah siap dari sisi sumber daya manusia dan tata kelola layanan. RSBP Batam dinilai memiliki modal awal yang cukup untuk dikembangkan.

Di sisi lain, BP Batam melihat audiensi ini sebagai momentum strategis untuk mendorong transformasi RSBP Batam. Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam Ariastuty Sirait menyebut, pertemuan ini merupakan tindak lanjut Nota Kesepahaman antara BP Batam dan Kementerian Kesehatan RI yang telah ditandatangani pada 2022.

“Kerja sama ini kami arahkan agar RSBP Batam berkembang sebagai rumah sakit pendidikan sekaligus rumah sakit rujukan yang mendukung program prioritas kesehatan nasional,” ujar Ariastuty.

Dalam audiensi tersebut, BP Batam dan RSBP Batam mengajukan dua Perjanjian Kerja Sama prioritas kepada Kementerian Kesehatan. Usulan itu mencakup penguatan RSBP Batam sebagai rumah sakit pendidikan dan rumah sakit pengampu, serta pengembangan layanan prioritas nasional Kanker, Jantung, Stroke, Urologi, dan Kesehatan Ibu dan Anak (KJSU-KIA).

Transformasi ini menandai perubahan peran RSBP Batam yang tidak lagi sebatas rumah sakit penunjang investasi, tetapi juga menjadi institusi pendidikan kesehatan, termasuk penyelenggaraan program fellowship. RSBP Batam juga menyatakan kesiapan menghadapi akreditasi Paripurna dengan penguatan sarana dan prasarana layanan unggulan, terutama di bidang kardiovaskular.

Selain layanan jantung, manajemen RSBP Batam memaparkan rencana pengembangan layanan lain, salah satunya layanan hiperbarik yang akan diusulkan melalui mekanisme resmi sesuai ketentuan.

Direktur RSBP Batam dr. Tanto Budiharto bersama jajaran manajemen turut hadir dalam audiensi tersebut, termasuk Wakil Direktur Keuangan dan Umum, Wakil Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan, Kepala Satuan Penjaminan Mutu, serta tim teknis BP Batam.

Bagi BP Batam, pengembangan RSBP Batam bukan sekadar peningkatan fasilitas kesehatan, tetapi juga bagian dari strategi memperkuat daya saing Batam. “Kami ingin layanan kesehatan yang berkualitas berjalan seiring dengan posisi Batam sebagai pusat layanan kesehatan nasional,” kata Ariastuty.

Sebagai tindak lanjut, BP Batam dan RSBP Batam akan menyiapkan usulan teknis lanjutan kepada Kementerian Kesehatan RI dan menjadwalkan pertemuan berikutnya untuk mempercepat realisasi kerja sama strategis yang telah dibahas.     (*)