Rusia - Ukraina Saling Tuding

Rabu, 07 Juni 2023 13:43 WIB

Penulis:Pratiwi

Editor:Pratiwi

dam.jpg

 

 

 

KYIV (sijori.id) - Mengutip Reuters Rabu, 7 Mei 2023, Dewan Keamanan PBB dikatakan bertemu pada Selasa atas permintaan Rusia dan Ukraina setelah semburan air menerobos bendungan besar,Nova Kakhovka, di Sungai Dnipro. Jebolnya bendungan ini  memisahkan pasukan lawan di Ukraina selatan.

Saat ditanya terkait  informasi yang diketahui Amerika Serikat terkait apakah Negara Paman Sam tahu siapa yang bertanggung jawab, Wakil Duta Besar AS untuk PBB, Robert Wood, mengatakan  bahwa pihaknya tidak yakin.

Lebih lanjut, Ia berharap AS bisa mendapat lebih banyak informasi dalam beberapa hari mendatang. Namun di satu sisi, Ia menyangsikan jika Ukraina yang melakukan hal tersebut.

"Tapi, maksud saya, ayolah  mengapa Ukraina melakukan ini ke wilayah dan rakyatnya sendiri, membanjiri tanahnya, memaksa puluhan ribu orang meninggalkan rumah mereka. Itu tidak masuk akal," kata Wood.

 

Saling Tuding

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan sebelumnya pada  bahwa PBB tidak memiliki informasi independen tentang bagaimana bendungan itu pecah. Meski begitu, Ia  menggambarkan hancurnya bendungan tersebut sebagai konsekuensi lain yang menghancurkan dari invasi Rusia ke Ukraina.

Banyak anggota Dewan Keamanan PBB juga menegaskan selama pertemuan Selasa bahwa krisis tidak akan terjadi jika Rusia tidak menginvasi negara tetangga Ukraina pada Februari tahun lalu.

Atas insiden yang terjadi, Duta Besar Rusia untuk PBB Vassily Nebenzia menyalahkan Ukraina, tanpa memberikan bukti. Ia menuduh Ukraina mencoba menciptakan peluang yang menguntungkan untuk menyusun kembali unit militernya untuk melanjutkan serangan balasan.

"Sabotase yang disengaja dilakukan oleh Kyiv terhadap fasilitas infrastruktur kritis sangat berbahaya dan pada dasarnya dapat diklasifikasikan sebagai kejahatan perang atau tindakan terorisme," kata Nebenzia kepada dewan.

Di sisi lain, Duta Besar Ukraina untuk PBB Sergiy Kyslytsya juga menuduh Rusia melakukan aksi teroris terhadap infrastruktur kritis Ukraina  tanpa memberikan bukti.

"Secara fisik tidak mungkin untuk meledakkannya dari luar dengan penembakan itu ditambang oleh penjajah Rusia dan mereka meledakkannya," kata Kyslytsya.

Kepala bantuan PBB Martin Griffiths mengatakan kepada Dewan Keamanan bahwa besarnya bencana hanya akan terwujud sepenuhnya dalam beberapa hari mendatang.

"Sudah jelas bahwa itu akan memiliki konsekuensi serius dan luas bagi ribuan orang di Ukraina selatan di kedua sisi garis depan melalui hilangnya rumah, makanan, air bersih dan mata pencaharian," ujar Griffiths. (*)