penerbangan jarak jauh
Minggu, 21 Desember 2025 15:03 WIB
Penulis:Pratiwi

SHANGHAI (sijori.id) – Maskapai China Eastern Airlines menorehkan rekor baru penerbangan komersial terpanjang di dunia. Rute Shanghai–Buenos Aires ditempuh selama 29 jam, dengan jarak mencapai 12.400 mil atau hampir setengah keliling bumi.
Pesawat lepas landas dari Shanghai pada Kamis (4/12) pukul 02.00 waktu setempat dan tiba di Bandara Internasional Ezeiza, Buenos Aires, pada pukul 16.45 waktu lokal, bahkan 10 menit lebih cepat dari jadwal.
Dalam perjalanannya, pesawat sempat singgah di Auckland, Selandia Baru, untuk pengisian bahan bakar serta pergantian awak kabin. Karena adanya transit ini, penerbangan tersebut tidak tercatat sebagai penerbangan langsung (non-stop) terpanjang di dunia.
Meski begitu, rute China–Argentina tetap dinobatkan sebagai jalur penerbangan komersial terpanjang. Waktu tempuh ke Buenos Aires mencapai lebih dari 25 jam, sementara penerbangan kembali ke China membutuhkan tambahan sekitar empat jam.
Perayaan digelar di Shanghai dan Buenos Aires untuk menandai momen bersejarah tersebut. Auckland juga mengadakan seremoni penyambutan saat pesawat mendarat.
Penerbangan ini dilayani pesawat Boeing 777-300ER berkapasitas 316 penumpang dan dijadwalkan terbang dua kali seminggu sepanjang tahun. Rute ini menyasar komunitas diaspora Asia Timur di Argentina, yang tercatat sebagai salah satu kelompok dengan pertumbuhan tercepat di negara Amerika Selatan itu.
“Rute baru ini menutup celah penerbangan langsung antara Shanghai dan kota-kota besar di Amerika Selatan,” ujar China Eastern Airlines dalam pernyataan resminya. Maskapai menyebut rute ini membuka “koridor selatan” yang menghubungkan ujung-ujung Samudra Pasifik dan mengubah peta perjalanan udara lintas tiga benua.
Dengan pencapaian ini, China Eastern menggeser rekor sebelumnya yang dipegang Singapore Airlines, lewat layanan New York–Singapura berdurasi sekitar 19 jam.
Sementara itu, maskapai Australia Qantas juga tengah menyiapkan proyek penerbangan ultra-jarak jauh bertajuk Project Sunrise. Rute Sydney–London dan Sydney–New York dirancang mampu ditempuh hingga 22 jam tanpa henti, berkat tambahan tangki bahan bakar berkapasitas 20 ribu liter.
Qantas menargetkan penerbangan Sydney–London sejauh 10.573 mil mulai beroperasi pada 2027, dan menyebutnya sebagai “batas terakhir perjalanan jarak jauh”. (*)
Bagikan