Rusia
Kamis, 22 Desember 2022 16:48 WIB
Penulis:Pratiwi

MOSKOW (sijori.id) - Mata uang Rusia, Rubel dikabarkan baru saja mencapai level terendah dalam tujuh bulan terakhir terhadap dolar Amerika Serikat. Penurunan nilai tukar mata uang rusia ini menjadi tanda bahwa sanksi barat berhasil menggigit ekonomi Rusia dan membebani mata uangnya.
Rubel dilaporkan turun 2,5% pada Kamis menjadi 70,60 Rubel Rusia per dolar AS. Mengutip Insider Kamis, 22 Desember 2022, ini adalah level terendah Rubel sejak Mei, di mana Rusia pertama kali mulai menopang mata uangnya melawan angin sakal dari sanksi barat.
Sebelumnya, intervensi dari Barat pernah membuat rubel menjadi mata uang dengan kinerja terbaik di dunia saat itu. Namun saat ini, kinerja Rubel telah dilampaui oleh real Brasil.
Adapun penurunan nilai tukar mata uang Negeri Beruang Merah itu sebagian besar berasal dari babak terakhir sanksi terhadap Rusia, yakni ketika Uni Eropa melarang minyak Rusia awal bulan ini dan menetapkan batas harga $60 untuk minyak mentah Rusia.
Meski mendapat tekanan, Rusia telah menolak untuk mematuhi batas harga dan mengancam akan melakukan pembalasan terhadap negara mana pun yang mengikutinya. Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut mekanisme itu sebagai salah satu hal yang bodoh. Baru-baru ini, Putin bahkan meyakinkan warga dalam pidato baru-baru ini bahwa ekonomi Rusia tangguh.
Sebagai informasi, minyak dan gas adalah salah satu aliran pendapatan utama Rusia. Tentunya, terbukti sulit bagi Rusia untuk menggantikan Eropa dengan negara lain sebagai pelanggan.
Ekspor minyak mentah Rusia mencapai 54% pada minggu pertama larangan minyak, dan bank sentral Rusia memperingatkan bahwa sanksi baru itu sebagai sebuah guncangan ekonomi.
Beberapa sekutu Rusia juga melakukan barter untuk diskon yang lebih curam dengan batas harga yang berlaku. Beberapa pengiriman minyak mentah menuju ke China dijual serendah $68 per barel dan beberapa pengiriman menuju India dijual di bawah batas harga.
Sejauh ini, ekspor minyak Rusia telah turun 11% bulan ini dibandingkan November, menurut kantor berita Rusia Kommersant. Sementara itu, rubel telah turun 12% sejak batasan harga diberlakukan. (*)
Bagikan