Kebersihan Rumah
Minggu, 21 Juni 2026 21:39 WIB
Penulis:Pratiwi
Editor:Pratiwi

(sijori.id) - Banyak orang menggantung handuk setelah digunakan tanpa benar-benar mengetahui kapan waktu yang tepat untuk mencucinya. Apakah handuk harus dicuci setiap hari, seminggu sekali, atau hanya ketika mulai berbau tidak sedap?
Menurut sejumlah ahli kebersihan, tidak ada aturan yang benar-benar berlaku untuk semua orang. Frekuensi mencuci handuk sangat bergantung pada kebiasaan penggunaan, kondisi penyimpanan, serta seberapa baik handuk dikeringkan setelah dipakai.
Meski demikian, para ahli sepakat bahwa menjaga handuk tetap bersih penting untuk mencegah penumpukan bakteri, jamur, dan bau tidak sedap.
Wendy Saladyga, Stain Expert dan Senior Manager of Technical Performance di Henkel, mengatakan frekuensi mencuci handuk sangat dipengaruhi oleh cara penggunaannya.
Menurutnya, jika handuk selalu digantung dengan baik dan benar-benar kering setelah digunakan, maka handuk masih dapat digunakan sekitar lima hingga delapan kali sebelum dicuci.
Namun kondisi berbeda berlaku jika handuk sering dibiarkan menumpuk di lantai, tidak pernah benar-benar kering, atau sering terkena bulu hewan peliharaan.
“Dalam kondisi seperti itu, mencuci handuk setelah setiap penggunaan bisa menjadi pilihan yang lebih baik,” ujarnya.
Sementara itu, Sacha Dunn dari Common Good menyarankan frekuensi yang lebih sering.
Menurutnya, handuk mandi idealnya dicuci setelah tiga hingga empat kali penggunaan, dengan catatan handuk dikeringkan secara sempurna setiap kali selesai digunakan.
“Towel atau handuk menyimpan kelembapan dan dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri maupun jamur, meskipun terlihat bersih dan tidak berbau,” katanya.
Para ahli menyarankan untuk tidak hanya berpatokan pada jumlah penggunaan.
Jika handuk tidak mengering sempurna atau mulai mengeluarkan aroma apek, sebaiknya segera dicuci meskipun baru digunakan beberapa kali.
Bau tidak sedap biasanya menjadi tanda adanya pertumbuhan bakteri atau jamur pada serat kain akibat kondisi yang terlalu lembap.
Kondisi Tertentu Membutuhkan Pencucian Lebih Sering
CEO dan Founder layanan kebersihan Juliette, Rechelle Balanzat, mengatakan beberapa kondisi mengharuskan handuk dicuci lebih sering dibanding biasanya.
Misalnya setelah digunakan usai berolahraga, berkeringat berlebihan, atau bagi orang yang memiliki kulit sensitif dan alergi.
“Keringat, bakteri, dan kuman dari ruang ganti atau pusat kebugaran dapat menempel pada serat kain,” ujarnya.
Karena itu, handuk yang digunakan dalam kondisi tersebut sebaiknya segera dicuci untuk menjaga kebersihan dan kesehatan kulit.
Tidak hanya handuk mandi, handuk tangan juga membutuhkan perhatian khusus.
Menurut Balanzat, handuk tangan yang digunakan bersama oleh beberapa anggota keluarga sebaiknya diganti setiap satu hingga dua hari sekali.
Hal ini karena handuk tangan lebih sering bersentuhan dengan tangan dan berbagai permukaan yang berpotensi membawa bakteri.
“Handuk tangan digunakan berkali-kali setiap hari dan cenderung menyimpan lebih banyak bakteri dibandingkan handuk mandi,” jelasnya.
Jika handuk mulai berbau tidak sedap meski baru digunakan satu atau dua kali, kemungkinan besar bakteri sudah berkembang di dalam serat kain.
Untuk mengatasinya, para ahli menyarankan mencuci handuk menggunakan air panas dan menambahkan satu cangkir cuka putih saat proses pencucian.
Metode ini membantu menghilangkan residu yang menumpuk pada serat kain sekaligus mengurangi bau apek yang muncul akibat kelembapan.
Agar handuk tidak cepat kotor dan berbau, pastikan selalu menggantungnya di tempat yang memiliki sirkulasi udara baik setelah digunakan. Hindari membiarkan handuk menumpuk di lantai kamar mandi atau dalam kondisi basah terlalu lama.
Selain itu, gunakan rak atau gantungan yang memungkinkan seluruh permukaan handuk terkena udara sehingga proses pengeringan berlangsung lebih cepat dan merata.
Dengan perawatan yang tepat, handuk tidak hanya lebih awet, tetapi juga tetap higienis dan nyaman digunakan setiap hari. (*)
Bagikan