Selamat Datang KRI Prabu Siliwangi 321

Sabtu, 03 Januari 2026 07:25 WIB

Penulis:Pratiwi

Editor:Pratiwi

KRI-Siliwangi.jpg
KRI Prabu Siliwangi-321 | Fincantieri

ITALIA (sijori.id) - Kapal perang Multipurpose Combat Ship (MPCS) atau PPA KRI Prabu Siliwangi-321 resmi diserahkan kepada TNI Angkatan Laut. Prosesi penyerahan berlangsung di galangan Fincantieri, Muggiano, La Spezia, Italia, akhir Desember 2025.

Acara tersebut dihadiri Kepala Staf TNI AL Laksamana Muhammad Ali, Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Italia Prof. Dr. Junimart Girsang, serta Kepala Staf Angkatan Laut Italia Laksamana Giuseppe Berutti Bergotto. Kehadiran para pejabat tinggi itu menegaskan eratnya kerja sama pertahanan Indonesia–Italia.

Dari pihak Fincantieri, hadir CEO dan Managing Director Pierroberto Folgiero serta General Manager Naval Vessels Division Eugenio Santagata. Penyerahan KRI Prabu Siliwangi melengkapi pengadaan dua unit PPA untuk TNI AL, setelah kapal kembarannya, KRI Brawijaya-320, lebih dulu diterima pada Juli lalu.

Dua kapal ini akan menjadi unit tempur terbesar sekaligus paling modern yang dimiliki TNI AL. Keberadaannya diproyeksikan memperkuat stabilitas kawasan Indo-Pasifik serta menjaga kepentingan nasional Indonesia di wilayah maritim. Proyek ini juga semakin mengokohkan kemitraan strategis antara Fincantieri dan Kementerian Pertahanan RI.

 

Penyerahan KRI Prabu Siliwangi-321 kepada TNI AL berlangsung di galangan Fincantieri, Muggiano, La Spezia, Italia,  |  Fincantieri

Secara teknis, kapal kelas PPA dirancang multiguna. Selain operasi tempur garis depan, kapal ini mampu menjalankan patroli laut, misi pencarian dan penyelamatan, hingga perlindungan sipil. KRI Prabu Siliwangi juga dapat mengoperasikan kapal cepat seperti RHIB melalui derek samping maupun ramp di buritan.

Dengan panjang 143 meter dan kecepatan lebih dari 31 knot, kapal ini diawaki 171 personel. Sistem propulsinya mengombinasikan mesin diesel dan turbin gas (CODAG), dilengkapi pula dengan sistem propulsi listrik untuk mendukung efisiensi dan fleksibilitas operasi. (*)