SRC Dorong Ekonomi Rakyat Lewat Pesta Retail UMKM

Sabtu, 14 Februari 2026 07:30 WIB

Penulis:Redaksi Daerah

Editor:Redaksi Daerah

Komitmen Sampoerna melalui  SRC dalam Mendukung Kemandirian Ekonomi Rakyat  Direktur PT HM Sampoerna Tbk., Elvira Lianita, menyampaikan sambutan pada pembukaan Pesta Retail 2026 yang digelar oleh Sampoerna Retail Community (SRC) di Yogyakarta, Rabu (11/2/2026).  SRC secara konsisten melakukan pendampingan secara menyeluruh melalui penguatan kapasitas usaha, pengelolaan toko, hingga peningkatan literasi digital yang terintegrasi dalam aplikasi AYO by SRC, sehingga UMKM toko kelontong dapat terus tumbuh secara berkelanjutan, adaptif terhadap kebutuhan konsumen, dan tetap relevan di tengah masyarakat.
Komitmen Sampoerna melalui SRC dalam Mendukung Kemandirian Ekonomi Rakyat Direktur PT HM Sampoerna Tbk., Elvira Lianita, menyampaikan sambutan pada pembukaan Pesta Retail 2026 yang digelar oleh Sampoerna Retail Community (SRC) di Yogyakarta, Rabu (11/2/2026). SRC secara konsisten melakukan pendampingan secara menyeluruh melalui penguatan kapasitas usaha, pengelolaan toko, hingga peningkatan literasi digital yang terintegrasi dalam aplikasi AYO by SRC, sehingga UMKM toko kelontong dapat terus tumbuh secara berkelanjutan, adaptif terhadap kebutuhan konsumen, dan tetap relevan di tengah masyarakat. (SRC)

YOGYAKARTA – Sampoerna Retail Community (SRC) kembali mengadakan Pesta Retail 2026 di Prambanan, Yogyakarta pada 11 Februari 2026 sebagai wujud dukungan terhadap ekonomi kerakyatan. Sebelumnya, kegiatan serupa telah dilaksanakan di Lido, Jawa Barat pada 26 Januari 2026. Rangkaian acara ini menjadi bentuk apresiasi kepada 7.000 toko SRC pilihan yang hadir sebagai representasi dari lebih 250.000 anggota SRC di Indonesia atas peran aktif mereka dalam memajukan UMKM, memodernisasi toko kelontong, menjaga stabilitas perdagangan ritel nasional, serta memperkuat pertumbuhan ekonomi.

Penyelenggaraan kegiatan di Yogyakarta ini dihadiri oleh Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X, Direktur Bina Usaha Perdagangan, Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Republik Indonesia Septo Soepriyatno, serta mitra strategis SRC.

 Melalui Pesta Retail 2026, SRC kembali menegaskan peran strategisnya dalam mendorong pemberdayaan UMKM toko kelontong sebagai penggerak utama perdagangan rakyat. SRC menerapkan pendekatan pendampingan berbasis komunitas yang terbukti mendorong pertumbuhan usaha toko kelontong, memperkuat struktur ekonomi masyarakat, serta menghadirkan dampak berkelanjutan dari tingkat lokal hingga nasional. Oleh karenanya, Pesta Retail 2026 ini selain menjadi momentum perayaan 18 tahun perjalanan SRC, juga menjadi wadah kolaborasi dan penguatan kapasitas para toko kelontong.

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, menegaskan bahwa UMKM memiliki posisi fundamental dalam struktur perekonomian daerah. “Bagi Daerah Istimewa Yogyakarta, UMKM bukan sekadar sektor ekonomi, melainkan fondasi kehidupan masyarakat. Toko kelontong, warung, dan usaha ritel tradisional adalah simpul distribusi kebutuhan sehari-hari yang menjaga stabilitas konsumsi rumah tangga sekaligus menciptakan lapangan kerja di tingkat kampung dan desa. Dari ruang-ruang kecil inilah denyut ekonomi rakyat tumbuh dan bertahan,” ujarnya.

Dalam konteks tersebut, Sri Sultan mengapresiasi SRC yang telah melakukan pendampingan, pelatihan manajemen usaha, pemanfaatan teknologi digital, dan penguatan jejaring antar peritel sehingga membantu ribuan toko kelontong beradaptasi dengan perubahan zaman. “SRC bukan sekadar komunitas, tetapi ekosistem pembelajaran dan pemberdayaan. Saya menyampaikan apresiasi kepada PT HM Sampoerna Tbk. atas komitmennya selama hampir dua dekade membangun inisiatif ini. Kolaborasi seperti inilah yang kita butuhkan, sektor swasta tumbuh, masyarakat ikut kuat,” katanya.

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X menyampaikan apresiasi kepada Sampoerna Retail Community (SRC) atas pendampingan, pelatihan manajemen usaha, pemanfaatan teknologi digital, dan penguatan jejaring antar peritel yang telah membantu ribuan toko kelontong beradaptasi dengan perubahan zaman, pada Pesta Retail 2026 di Yogyakarta, Rabu (11/2/2026).

Sri Sultan menegaskan bahwa UMKM memiliki posisi fundamental dalam struktur perekonomian daerah. Khususnya di Daerah Istimewa Yogyakarta, UMKM bukan sekadar sektor ekonomi, melainkan fondasi kehidupan masyarakat. Toko kelontong, warung, dan usaha retail tradisional adalah simpul distribusi kebutuhan sehari-hari yang menjaga stabilitas konsumsi rumah tangga sekaligus menciptakan lapangan kerja di tingkat kampung dan desa.

Sejalan dengan hal tersebut, Direktur Bina Usaha Perdagangan, Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, Septo Soepriyatno turut menyampaikan apresiasi kepada SRC atas upaya selama 18 tahun dalam mengembangkan pelaku usaha toko kelontong melalui berbagai program SRC sehingga mampu menjadi penopang pertumbuhan ekonomi Indonesia. “Kami berharap program Kementerian Perdagangan, seperti pengamanan pasar dalam negeri, perluasan pasar ekspor, dan program dari lokal untuk global bisa dimanfaatkan oleh Sahabat SRC,” katanya.

Septo juga menambahkan bahwa warung atau toko kelontong merupakan bagian yang sangat besar dari ekosistem ritel di Indonesia, mencapai lebih dari 98%. “Pada 2–3 tahun terakhir ini, para pelaku usaha ritel modern sangat tergerus sekali oleh aktivitas yang luar biasa dari toko-toko kelontong. Dan kami melihat bagaimana pertumbuhan yang ada benar-benar dirasakan oleh teman-teman Sahabat SRC di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Septo berharap SRC dapat memberikan manfaat yang sebesar - besarnya tidak hanya untuk anggota SRC, tetapi juga untuk masyarakat seluruh Indonesia. Salah satunya dengan berkontribusi langsung dalam menjaga stabilitas harga serta memastikan distribusi barang kebutuhan pokok tetap terdistribusi dengan baik, merata, dan terjangkau.

Sejalan dengan itu, peran dunia usaha menjadi penting dalam memperkuat kapasitas dan keberlanjutan UMKM di tingkat komunitas. Direktur PT HM Sampoerna Tbk., Elvira Lianita, menyampaikan bahwa pengembangan UMKM toko kelontong merupakan komitmen jangka panjang Sampoerna melalui SRC dalam mendukung kemandirian ekonomi rakyat. Menurutnya, pendampingan dilakukan secara menyeluruh melalui penguatan kapasitas usaha, pengelolaan toko, hingga peningkatan literasi digital yang terintegrasi dalam aplikasi AYO by SRC, sehingga UMKM toko kelontong dapat terus tumbuh secara berkelanjutan, adaptif terhadap kebutuhan konsumen, dan tetap relevan di tengah masyarakat.

“Hingga saat ini, lebih dari 250.000 toko kelontong telah tergabung dalam ekosistem SRC, didukung oleh lebih dari 6.300 Mitra SRC, serta terhubung melalui sekitar 10.000 Paguyuban SRC di seluruh Indonesia. Pendampingan yang dilakukan secara konsisten telah mendorong peningkatan kapasitas usaha, yang tercermin dari rata-rata pertumbuhan omzet, sekaligus memperluas akses pasar bagi produk UMKM lokal melalui berbagai inisiatif,” ujar Elvira.

Kontribusi SRC dalam meningkatkan kapasitas UMKM toko kelontong tercermin dari hasil riset Kompas Gramedia (KG) 2023, yang mencatat bahwa setelah bergabung dengan SRC, rata-rata omzet toko mengalami peningkatan hingga 42%, dengan sekitar 90% toko telah terdigitalisasi. Selain itu, sebanyak 77% toko SRC juga telah berhasil mengembangkan lini usaha tambahan, termasuk produk digital dan layanan pembayaran. Di antara pemilik toko SRC perempuan, lebih dari 54% turut berperan sebagai tulang punggung keluarga, mencerminkan dampak sosial SRC yang signifikan bagi pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Di tingkat komunitas, SRC terus memperkuat perannya dalam menggerakkan ekonomi daerah melalui inisiatif Pojok Lokal, yang menjadikan toko SRC sebagai saluran distribusi bagi produk UMKM setempat dengan total nilai transaksi mencapai Rp5,65 triliun per tahun. Tak hanya itu, sebanyak 51% toko SRC turut berkontribusi dalam penyerapan tenaga kerja, sehingga kehadirannya secara nyata mendorong terciptanya lapangan kerja. 

SRC akan terus berkomitmen untuk tumbuh bersama UMKM #JadiLebihBaik dan mendorong terciptanya dampak ekonomi yang berkelanjutan, mulai dari lokal hingga nasional. “Kami percaya bahwa pertumbuhan ekonomi yang sejati lahir dari kolaborasi dan pemberdayaan pelaku usaha di seluruh akar rumput. Pesta Retail 2026 bukan sekadar perayaan, tetapi juga wujud nyata dedikasi kami untuk terus mendukung UMKM Indonesia maju dan sejahtera,” tutup Elvira.

Tentang SRC

Ekosistem SRC merupakan toko kelontong yang tergabung dalam program pembinaan kemitraan PT SRC Indonesia Sembilan (SRCIS), dan bertujuan untuk meningkatkan daya saing para pemilik Toko Kelontong melalui pendampingan usaha yang berkelanjutan. Toko SRC didukung sepenuhnya untuk berproses menjadi lebih baik, modern, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi khususnya digitalisasi. SRCIS berkomitmen untuk membawa seluruh ekosistem SRC naik kelas sebagai UMKM berkelanjutan yang berdampak bagi Indonesia. 

Program SRC sudah dimulai sejak tahun 2008. Saat ini SRC memiliki jaringan yang mencapai lebih dari 250.000 Toko SRC di seluruh Indonesia yang tergabung dalam 10.000 Paguyuban dan bermitra dengan lebih dari 6.300 toko grosir yang tergabung bersama Mitra SRC. 

Untuk informasi lebih lanjut, dapat mengunjungi: www.src.id/ 

Untuk data report Dampak SRC Untuk Indonesia, dapat mengunjungi: https://bit.ly/dampaksrcindonesia2023 

Tulisan ini telah tayang di jogjaaja.com oleh Redaksi pada 14 Feb 2026