Jumat, 16 Januari 2026 18:05 WIB
Penulis:Pratiwi

(sijori.id) - Sumsum tulang adalah jaringan lunak yang tersembunyi di balik kerasnya tulang. Tak terlihat, nyaris tak terasa, namun perannya menentukan hidup. Di ruang-ruang kosong rangka tubuh, ia bekerja tanpa henti. Di sinilah darah bermula.
Di dalam sumsum tulang, sel punca membelah dan matang menjadi sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit. Tiga komponen vital:
Setiap detik, jutaan sel darah baru dilepas ke peredaran. Yang tua disingkirkan. Keseimbangan dijaga.
Sumsum tulang hadir dalam dua bentuk. Sumsum merah memproduksi darah. Sumsum kuning menyimpan lemak—cadangan yang siap diubah kembali saat kebutuhan meningkat. Fleksibilitas ini krusial. Saat sakit, cedera, atau kehilangan darah, produksi dipacu. Sistem bergerak cepat, bahkan sebelum gejala terasa, memastikan pasokan yang dibutuhkan tubuh untuk bertahan.
Perannya tak berhenti di situ. Sumsum tulang terhubung erat dengan sistem imun. Sel darah putih yang lahir di sini belajar mengenali ancaman, membedakan diri dan asing, lalu merespons dengan presisi.
Ironisnya, sepenting apa pun, sumsum tulang jarang disadari. Ia tak memiliki sensasi, tak meminta perhatian. Kerjanya senyap. Namun ketika fungsinya terganggu, dampaknya nyata: energi merosot, daya tahan melemah, pemulihan melambat.
Sumsum tulang bukan sekadar struktur. Ia adalah pabrik kehidupan di dalam kerangka—mengubah tulang menjadi darah, dan darah menjadi hidup. Pengingat bahwa kekuatan sejati tak selalu tampak di luar, melainkan diproduksi diam-diam dari dalam. (*)
Bagikan