Tesla Roadster Generasi Kedua Resmi Diperkenalkan

Jumat, 16 Oktober 2026 21:54 WIB

Penulis:Pratiwi

tesla.jpg

(sijori.id) - Tesla Roadster generasi kedua akhirnya resmi diperkenalkan kepada publik. Mobil listrik sport ini melakukan debut global di fasilitas pengujian SpaceX di Texas, Amerika Serikat, yang juga disiarkan langsung melalui akun X milik Tesla.

Sebelumnya, Roadster generasi kedua dijadwalkan meluncur pada 1 April 2026. Namun, peluncurannya kembali ditunda hingga Oktober ini. Bahkan, pada beberapa kesempatan, jadwal demonstrasi mobil tersebut sempat menjadi tanda tanya.

Kini, Tesla Roadster akhirnya diperlihatkan secara langsung. Dalam demonstrasi menggunakan unit praproduksi, Tesla mengklaim mobil ini mampu berakselerasi dari posisi diam hingga 60 mil per jam atau sekitar 96,6 km/jam hanya dalam 0,81 detik.

Elon Musk, yang memimpin acara peluncuran, bahkan meyakini angka tersebut masih bisa dipangkas. Sebelumnya, ia juga menyatakan Roadster akan mampu "menghancurkan semua rekor waktu di lintasan balap yang pernah ada".

Tesla Roadster Unjuk Aksi Bak Roket

Pemilihan lokasi peluncuran di area terbuka menjadi masuk akal ketika melihat atraksi yang ditampilkan. Acara yang semula dijadwalkan pada 1 Oktober itu memang harus ditunda karena faktor cuaca.

Fasilitas pengujian roket menjadi tempat yang sesuai untuk memperlihatkan kemampuan ekstrem Roadster. Dalam salah satu atraksi, mobil tersebut seolah-olah diluncurkan dari sebuah tanjakan vertikal, kemudian berputar 180 derajat sebelum turun menuju panggung.

Setelah beberapa sesi percakapan di atas panggung, Roadster kembali membuat kejutan dengan melompati seluruh jajaran mobil Tesla yang dipajang.

Tidak ada tanjakan peluncur ataupun perangkat pengangkat otomatis seperti dalam film Speed Racer. Tesla menyebut aksi tersebut dilakukan dengan bantuan pendorong atau thruster.

Sistem pendorong berbasis gas dingin (cold-gas thruster) itu menggunakan udara bertekanan, bukan bahan bakar roket. Teknologi tersebut diklaim memungkinkan mobil melakukan manuver ekstrem, termasuk melompat dan berputar di udara. Tangki udara bertekanan tinggi juga disebut dapat diisi ulang oleh mobil itu sendiri.

Menurut Musk, empat pendorong yang ditempatkan di bagian belakang mampu menghasilkan gaya dorong hingga 80 kilonewton.

Angka tersebut memang jauh di bawah daya dorong roket Falcon 9 milik SpaceX yang mencapai 7.607 kilonewton. Namun, besarnya gaya dorong Roadster tetap tergolong tidak biasa dalam dunia otomotif.

Sistem Hisap Membuat Mobil Menempel ke Jalan

Selain pendorong, Tesla Roadster dibekali sistem yang disebut multi-mode suction system.

Berbeda dari perangkat aerodinamika konvensional yang memanfaatkan aliran udara untuk menekan mobil ke permukaan jalan, sistem ini bekerja dengan kipas yang menyedot udara dari bawah kendaraan. Proses tersebut menciptakan efek vakum sehingga mobil dapat menempel lebih kuat ke permukaan.

Pada kecepatan rendah, sistem ini diklaim membantu mobil melakukan atraksi ekstrem selama demonstrasi, termasuk bermanuver di tanjakan vertikal.

Sistem tersebut juga disebut dapat menyesuaikan diri dengan kondisi berkendara untuk meningkatkan traksi. Meski demikian, kemampuan mobil ketika menghadapi tikungan berkecepatan tinggi dengan gaya gravitasi besar belum diperlihatkan dalam acara tersebut.

Di bagian belakang, terdapat sayap besar yang dapat dibuka sesuai kebutuhan. Sayap ini menggunakan mekanisme dengan sudut yang dapat diubah untuk membantu menjaga stabilitas kendaraan.

Namun, masih belum jelas sejauh mana seluruh teknologi tersebut akan tersedia pada model produksi massal. Tesla sendiri mengakui bahwa keberhasilan penerapan teknologi ini belum bisa dijamin, meski mereka akan berupaya mewujudkannya.

Dua Varian, Termasuk Versi dengan Pendorong Ekstrem

Tesla memperkenalkan Roadster dalam dua konfigurasi yang disebut sebagai Augments.

Paket Thrust mencakup berbagai teknologi tambahan, termasuk sistem pendorong dan perangkat aerodinamika aktif. Sementara itu, varian Rocket yang hanya tersedia melalui undangan memiliki pendorong di sekeliling bodi untuk memungkinkan manuver ekstrem, termasuk gerakan berputar di udara.

Namun, varian Rocket memiliki sejumlah batasan. Mobil ini tidak disetujui untuk penggunaan di jalan raya dan hanya tersedia di wilayah tertentu.

Bagi konsumen yang tidak membutuhkan daya dorong tambahan, Tesla juga menawarkan varian Performance standar. Meski tidak dilengkapi seluruh perangkat ekstrem pada versi Rocket, varian ini tetap dibekali aerodinamika aktif dan sistem hisap.

Tesla menyebut kecepatan tertinggi Roadster mencapai 230 mil per jam atau sekitar 370 km/jam. Seperti klaim akselerasinya, perusahaan tersebut menyatakan angka itu masih berpotensi ditingkatkan.

Desain Lebih Tajam dengan Sentuhan Cybertruck

Dibandingkan dengan konsep awal yang pernah diperlihatkan, desain Tesla Roadster generasi kedua kini mengalami sejumlah perubahan.

Garis bodinya terlihat lebih tajam dan bersudut, dengan sentuhan desain yang mengingatkan pada Cybertruck. Elemen lampu LED juga dibuat lebih tegas untuk memperkuat kesan futuristis.

Pintunya membuka ke atas, bukan ke samping seperti mobil konvensional. Bagian belakang memiliki dek datar dengan diffuser minimalis yang memperlihatkan ban belakang berukuran besar.

Tesla menyebut desain Roadster terinspirasi oleh ikon-ikon kedirgantaraan, termasuk pesawat pengintai SR-71 Blackbird.

Unit yang diperlihatkan menggunakan warna putih bernama Ano White, dipadukan dengan lapisan berwarna tembaga pada bagian kaca kabin. Kombinasi tersebut memberikan kesan yang terinspirasi dari dunia antariksa, dilengkapi sejumlah aksen berbahan baja tahan karat.

Di dalam kabin, terdapat jok berbahan mikrosuede, layar sentuh di bagian tengah, serta setir berbentuk yoke khas Tesla. Pencahayaan ambient pada panel pintu melengkapi suasana interior.

Bentuk bodinya yang meruncing mengingatkan pada sejumlah supercar Lamborghini. Beberapa lekukan tajamnya juga memiliki kemiripan dengan Lamborghini Sesto Elemento. Meski demikian, Roadster tetap memiliki identitas desainnya sendiri.

Material Ringan dan Suspensi Aktif

Situs resmi Tesla turut menampilkan sejumlah material yang digunakan untuk membangun Roadster dan sasisnya, termasuk magnesium, titanium, dan serat karbon.

Salah satu gambar memperlihatkan konfigurasi suspensi coilover yang terhubung secara horizontal, mengindikasikan penggunaan rancangan suspensi yang tidak biasa.

Tesla juga menyebut adanya pengaturan Track Mode yang dapat menurunkan ketinggian mobil ketika digunakan di lintasan balap. Fitur ini menjadi petunjuk bahwa Roadster kemungkinan dilengkapi sistem sasis aktif yang mampu menyesuaikan karakter kendaraan berdasarkan kebutuhan berkendara.

Meski begitu, Tesla belum membeberkan seluruh spesifikasi teknis kendaraan tersebut secara terperinci.

Tesla Roadster Mulai Diproduksi pada 2028

Musk mengatakan Tesla membutuhkan penonton yang hadir secara langsung dalam acara tersebut agar demonstrasi teknologi tidak memunculkan spekulasi bahwa seluruh pertunjukan dibuat menggunakan kecerdasan buatan atau AI.

Ketika seorang penonton bertanya apakah Roadster legal digunakan di jalan raya, jawaban yang diberikan cukup mengundang perhatian.

"Tergantung jalan yang Anda maksud," demikian jawaban dalam acara tersebut.

Tesla menyatakan produksi Roadster generasi kedua akan dimulai sekitar 2028. Mobil ini juga disebut akan tersedia untuk dibeli oleh konsumen.

Namun, sejumlah pertanyaan masih belum terjawab, mulai dari harga jual, spesifikasi final, hingga kepastian bahwa seluruh teknologi yang diperlihatkan dalam demonstrasi akan benar-benar tersedia pada kendaraan produksi massal.

Dengan berbagai teknologi ekstrem yang ditawarkan, Tesla Roadster generasi kedua berpotensi menjadi salah satu mobil listrik sport paling ambisius. Akan tetapi, sampai spesifikasi final dan kemampuan kendaraan tersebut terverifikasi, sejumlah klaimnya masih perlu diperlakukan dengan hati-hati.

Satu hal yang disampaikan Tesla dengan tegas: Roadster generasi kedua sedang dipersiapkan untuk hadir di pasar. (*)