covid 19
Jumat, 23 Juli 2021 20:49 WIB
Penulis:Pratiwi

BATAM (sijori.id) - Anggota DPRD Kepri, Wirya Silalahi mempertanyakan kebijakan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang sekarang sedang dilakukan di Batam. Ia menilai kebijakan tersebut tidak efektif, karena angka kasus positif Covid-19 tetap tinggi.
"Saya melihat ini (PPKM, red) kurang efektif, karena yang ditekan itu mobilitas masyarakat. Padahal kalau mobilitas tapi tetap mematuhi protokol kesehatan, seperti pakai masker, jaga jarak dan cuci tangan, saya kira tidak akan apa-apa," ujar Wirya, Kamis (22/7) di Batam Centre.
Pembatasan mobilitas seperti yang dilakukan dalam PPKM ini, membuat warga Batam sulit bermobilisasi, dan itu menghambat pekerjaannya.
"Esensi yang perlu ditekankan yakni mematuhi protokol kesehatan. Kemudian galakkan vaksinasi, yang dapat meningkatkan imunitas tubuh. Vaksin itu membuat penderita, ketika terkena Covid-19, maka gejalanya berkurang atau lebih ringan," jelasnya.
Menurut Wirya, hal yang paling perlu dikhawatirkan bukanlah angka kenaikan pasien positif Covid-19, melainkan angka kematian. "95 persen yang meninggal karena Covid-19 itu karena belum vaksin. Sementara 5 persen, karena penyakit bawaan," jelasnya.
Lockdown ataupun PPKM pun bukan menjadi solusi menurunkan angka kematian tersebut. Solusi terbaik yakni menggalakkan vaksinasi.
"Vaksinasi dapat lebih mengecilkan orang yg bergejala berat. Bila orang yg mati dapat diturunkan terus, sampai sangat kecil. Maka, sebesar apapun yg positif tidak lagi jadi masalah. Ini sudah menjadi penyakit biasa. Contoh, pada 20 Juli 2021, Inggris angka positif 46.558 kasus baru, tetapi angka kematian hanya 96, sementara kita positif cuma 38.326, tetapi angka kematian sampai 1.289 menjadi sangat mengerikan," tuturnya.
Untuk itu, sebaiknya pemerintah fokus saja bagaimana menjalankan program vaksinasi sebanyak dan secepat mungkin, agar cepat terjadi herd immunity. Paralel dgn itu, galakkan juga edukasi kepada masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan.
Senada dengan Wirya, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restauran Indonesia (PHRI) Batam, Muhammad Mansur menekankan bahwa vaksinasi merupakan solusi terbaik, dalam menekan angka pasien positif Covid-19.
"Meskipun begitu, vaksin sebenarnya tidak menggaransi 100 persen, tapi setidaknya meningkatkan imunitas sehingga lebih kebal," tuturnya.
Kondisi dunia perhotelan saat ini, kata Mansur, sangat tragis. Hotel-hotel sudah menghitung gaji karyawan secara harian. "Kalau masuk dibayar, kalau tidak ya tidak dibayar. Sekarang darimana tamu datang, apalagi di tengah PPKM saat ini," paparnya.
Menurut Mansur, cara tersebut lebih baik daripada pemutusan kerja. Meskipun begitu, dunia perhotelan juga membutuhkan uluran tangan pemerintah, agar bisa bertahan di masa sulit ini.
"Kami butuh insentif, iya sangat berharap. Karena bagaimana nasib karyawan. Mereka butuh bayar KPR, makannya bagaimana. Mau PPKM ini diperpanjang sekalipun, tidak masalah asal ada hasilnya dan juga bantuan dari pemerintah," harapnya.
Bagikan