Yamaha Tracer 9, Sport Tourer, Layak Anda Coba

Selasa, 03 Maret 2026 06:05 WIB

Penulis:Pratiwi

Yamaha.jpg

(sijori.id) - Di tengah dominasi nama besar seperti Honda dan BMW Motorrad di segmen touring, Yamaha Tracer 9 muncul sebagai alternatif rasional bagi pengendara yang menginginkan kenyamanan jarak jauh tanpa harus menunggang motor berbobot raksasa.

Motor ini memadukan karakter mesin yang menyenangkan, sasis lincah, serta fitur elektronik modern dalam paket kelas menengah. Di pasar Amerika Serikat, Tracer 9 dipasarkan mulai 12.599 dolar AS, menempatkannya di antara model value dan premium pada segmen sport touring.

 

Middleweight Lebih Relevan untuk Harian

Motor touring full-size seperti Honda Gold Wing atau BMW K 1600 GTL dirancang untuk kenyamanan maksimal dua penumpang dengan kapasitas bagasi besar. Konsekuensinya, bobot dan dimensi membesar—sering kali melampaui 350 kilogram dalam kondisi siap jalan.

Dalam praktik di lapangan, motor sebesar itu tidak selalu ideal untuk penggunaan harian atau perjalanan solo. Dimensi besar menyulitkan manuver di lalu lintas padat, parkir sempit, atau jalan pegunungan berliku.

Tracer 9 hadir dengan panjang 85,6 inci, wheelbase sedikit di atas 59 inci, dan bobot basah sekitar 483 pon (sekitar 219 kilogram). Angka ini membuatnya jauh lebih mudah dikendalikan dibandingkan tourer full-dress, namun tetap stabil untuk perjalanan antarkota.

 

Mesin CP3: Tenaga dan Reputasi Teruji

Jantung mekanis Tracer 9 adalah mesin CP3 tiga silinder segaris 890 cc yang juga digunakan pada Yamaha MT-09. Mesin ini menghasilkan 117 hp pada 10.000 rpm dan torsi 68,6 lb-ft pada 7.000 rpm, dikawinkan dengan transmisi manual enam percepatan dan penggerak rantai.

Secara teknis, konfigurasi tiga silinder menawarkan kompromi ideal antara karakter putaran atas mesin empat silinder dan torsi bawah mesin dua silinder. Rasio kompresi 11,5:1 tergolong moderat untuk performa modern, berkontribusi pada durabilitas dan kemudahan perawatan.

Dalam berbagai laporan komunitas pengguna global, tidak jarang ditemukan unit dengan jarak tempuh di atas 50.000 mil. Bahkan, sejumlah pemilik mengklaim angka mendekati 100.000 mil tanpa overhaul mayor. Reputasi ini memperkuat citra mesin CP3 sebagai salah satu powerplant paling konsisten Yamaha dalam satu dekade terakhir.

Dengan tangki 5 galon dan konsumsi bahan bakar klaim 48 mpg, motor ini secara teoritis mampu menempuh lebih dari 200 mil dalam sekali pengisian—cukup untuk etape touring antarkota tanpa sering berhenti.

 

Sasis Sporty, Tetap Ramah Touring

Tracer 9 mengusung rangka twin-spar aluminium turunan MT-09, dengan mesin berfungsi sebagai stressed member. Subframe diperkuat untuk menopang beban penumpang dan bagasi.

Suspensi depan menggunakan garpu terbalik 41 mm, sedangkan belakang monoshock, keduanya produksi KYB dan dapat diatur preload serta rebound damping. Travel suspensi 5,1 inci (depan) dan 5,2 inci (belakang) mencerminkan orientasi jalan raya, bukan off-road berat.

Sistem pengereman mengandalkan cakram ganda 298 mm di depan dengan kaliper radial empat piston serta cakram 267 mm di belakang. Velg 17 inci dengan ban radial menegaskan karakter sport touring, bukan adventure.

Dalam pengujian berbagai media otomotif internasional, kombinasi sasis ringan dan mesin responsif ini kerap dipuji karena tetap menyenangkan saat melibas tikungan, tanpa mengorbankan stabilitas saat cruising jarak jauh.

 

Fitur Elektronik Setara Motor Premium

Untuk pasar AS, Yamaha menawarkan satu varian dengan layar TFT 7 inci, konektivitas Bluetooth dan navigasi, windshield adjustable, port USB, serta lampu depan matrix dengan fungsi cornering.

Dari sisi keselamatan aktif, motor ini dibekali IMU enam sumbu dan throttle-by-wire. Fitur seperti traction control berbasis sudut kemiringan, cornering ABS, slide control, anti-wheelie, hingga ride mode yang dapat disesuaikan tersedia sebagai standar.

Quickshifter dua arah tersedia sebagai opsi tambahan. Sistem ini memungkinkan perpindahan gigi naik atau turun tanpa menarik kopling, tergantung bukaan throttle.

 

Persaingan Ketat di Kelasnya

Segmen sport touring menengah kini semakin padat. Honda NT1100 ditawarkan mulai 11.999 dolar AS dengan transmisi dual clutch (DCT) enam percepatan dan layar TFT touchscreen yang mendukung Apple CarPlay serta Android Auto. Namun, bagasi samping tidak selalu termasuk standar di semua pasar.

Sementara itu, BMW F 900 XR dibanderol mulai 12.695 dolar AS. Model ini lebih ringan, menawarkan fitur seperti heated grips dan tuas rem-kopling adjustable. BMW juga menyediakan opsi suspensi elektronik dan cruise control melalui paket tambahan.

Di tengah pilihan tersebut, Tracer 9 menempati posisi unik: lebih ringan dari tourer besar, lebih sederhana dari model premium berfitur radar, namun tetap lengkap untuk kebutuhan perjalanan jauh.

Bagi pengendara yang menginginkan satu motor untuk berbagai kebutuhan—komuter harian, perjalanan akhir pekan, hingga touring lintas negara—Tracer 9 menjadi kompromi rasional antara performa, kenyamanan, dan keandalan jangka panjang. (*)