10 Negara dengan Kemampuan Bahasa Inggris Terbaik 2025
(sijori.id) - Kemampuan berbahasa Inggris kini menjadi salah satu keterampilan penting di era global. Meski bahasa Inggris merupakan bahasa ibu di sejumlah negara, justru banyak negara nonpenutur asli yang menunjukkan tingkat kefasihan sangat tinggi.
Berdasarkan EF English Proficiency Index (EF EPI) 2025, negara-negara Eropa masih mendominasi daftar negara dengan kemampuan bahasa Inggris terbaik di dunia. Faktor seperti sistem pendidikan, kebiasaan mengonsumsi media berbahasa Inggris, hingga kebutuhan ekonomi menjadi kunci keberhasilan mereka.
Berikut daftar 10 negara dengan kemampuan bahasa Inggris terbaik pada 2025.
1. Belanda
Belanda kembali menempati peringkat pertama dari 123 negara dan wilayah yang disurvei dalam EF EPI 2025 dengan kategori Very High Proficiency.
Keberhasilan ini tidak lepas dari kedekatan bahasa Belanda dengan bahasa Inggris yang sama-sama berasal dari rumpun Jermanik. Selain itu, bahasa Inggris diajarkan sejak usia dini dan digunakan secara luas dalam pendidikan tinggi, bisnis, hingga kehidupan sehari-hari.
Tak jarang, warga Belanda langsung merespons wisatawan menggunakan bahasa Inggris meski mereka mencoba berbicara dalam bahasa Belanda.
2. Kroasia
Kroasia naik ke posisi kedua dengan skor 617, menjadi salah satu negara yang mengalami peningkatan terbesar tahun ini.
Industri pariwisata yang sangat bergantung pada wisatawan asing membuat masyarakat Kroasia terbiasa menggunakan bahasa Inggris. Selain itu, film dan acara televisi asing umumnya ditayangkan menggunakan subtitle, bukan sulih suara, sehingga masyarakat terbiasa mendengar bahasa Inggris sejak kecil.
3. Austria
Austria berada di posisi ketiga dengan skor 616.
Negara ini juga dikenal memiliki performa terbaik dalam tes TOEFL. Bahasa Inggris diajarkan sejak sekolah dasar hingga pendidikan menengah dan menjadi bagian penting dalam dunia akademik maupun bisnis internasional.
Kota Wina menjadi salah satu pusat penggunaan bahasa Inggris karena banyaknya organisasi internasional dan perusahaan multinasional.
4. Jerman
Jerman menempati posisi keempat dengan skor 615, sekaligus mencatat salah satu peningkatan terbesar di Eropa.
Banyak universitas di Jerman kini menawarkan program studi berbahasa Inggris guna menarik mahasiswa internasional. Hal ini mendorong generasi muda menganggap bahasa Inggris sebagai kebutuhan utama, terutama di sektor sains, teknologi, teknik, dan bisnis.
5. Norwegia
Norwegia berada di posisi kelima dengan skor 613.
Kemampuan bahasa Inggris masyarakat Norwegia didukung oleh kebiasaan menonton film dan serial dalam bahasa asli dengan subtitle, bukan sulih suara. Paparan bahasa Inggris yang konsisten sejak kecil membuat banyak warga mampu berkomunikasi dengan sangat lancar.
6. Portugal
Portugal menempati posisi keenam dengan skor 612.
Dalam satu dekade terakhir, negara ini mengalami peningkatan signifikan berkat reformasi kurikulum pendidikan dan tingginya interaksi dengan wisatawan internasional.
Lisbon dan Porto yang berkembang menjadi pusat startup serta destinasi pekerja jarak jauh turut memperluas penggunaan bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari.
7. Denmark
Denmark berada di peringkat ketujuh dengan skor 611.
Anak-anak di Denmark mulai belajar bahasa Inggris sejak usia sekitar enam hingga tujuh tahun dan terus mempelajarinya sepanjang masa pendidikan wajib.
Seperti negara-negara Nordik lainnya, masyarakat Denmark terbiasa menonton tayangan asing menggunakan subtitle sehingga kemampuan mendengar dan berbicara berkembang secara alami.
8. Swedia
Swedia menempati posisi kedelapan dengan skor 609.
Meski bahasa Inggris bukan bahasa resmi, masyarakat Swedia menganggapnya sebagai bahasa kedua dalam praktik sehari-hari. Sistem pendidikan yang kuat dan minimnya penggunaan sulih suara pada tayangan televisi menjadi faktor utama tingginya tingkat kefasihan masyarakat.
9. Belgia
Belgia berada di posisi kesembilan dengan skor 608.
Negara ini memiliki masyarakat yang sejak awal terbiasa menggunakan lebih dari satu bahasa, yakni Belanda, Prancis, dan Jerman. Kondisi tersebut membuat proses mempelajari bahasa Inggris menjadi lebih mudah.
Keberadaan berbagai institusi Uni Eropa di Brussel juga meningkatkan penggunaan bahasa Inggris dalam dunia diplomasi dan bisnis.
10. Slovakia
Slovakia melengkapi daftar 10 besar dengan skor 606.
Pemerintah Slovakia terus memperkuat pendidikan bahasa Inggris, terutama di tingkat menengah dan perguruan tinggi. Kebutuhan industri manufaktur dan otomotif yang terhubung dengan perusahaan Eropa Barat turut meningkatkan permintaan tenaga kerja yang fasih berbahasa Inggris.
Mengapa Negara-Negara Eropa Mendominasi?
Dominasi negara-negara Eropa dalam EF EPI dipengaruhi beberapa faktor utama, antara lain:
- Pendidikan bahasa Inggris dimulai sejak usia dini.
- Tayangan televisi dan film asing menggunakan subtitle, bukan sulih suara.
- Tingginya aktivitas perdagangan dan bisnis internasional.
- Banyak universitas menawarkan program berbahasa Inggris.
- Mobilitas masyarakat yang tinggi di kawasan Eropa.
Perlu dicatat, EF English Proficiency Index mengukur kemampuan bahasa Inggris masyarakat yang mempelajari bahasa Inggris sebagai bahasa kedua atau bahasa asing, bukan jumlah total penutur bahasa Inggris di suatu negara.
Dengan kombinasi sistem pendidikan yang kuat, paparan bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari, serta kebutuhan ekonomi global, negara-negara Eropa diperkirakan masih akan mendominasi peringkat kemampuan bahasa Inggris dunia pada tahun-tahun mendatang. (*)
