10 Potongan Steak Sapi Terbaik Versi Chef
(sijori.id) - Steak menjadi salah satu hidangan daging sapi paling populer di dunia. Namun, tidak semua potongan daging memiliki tekstur, rasa, maupun tingkat kemudahan memasak yang sama.
Seorang chef yang telah berpengalaman hampir dua dekade membagikan peringkat 10 potongan steak sapi paling populer, berdasarkan cita rasa, kelembutan, marbling, hingga kemudahan memasaknya.
Berikut urutannya.
10. Round Steak

Round steak berasal dari bagian paha belakang sapi yang memiliki banyak jaringan ikat dan sangat sedikit lemak.
Harganya memang relatif murah, tetapi teksturnya cenderung keras jika dimasak menggunakan panas tinggi. Potongan ini lebih cocok dimasak perlahan (slow cooking) atau diolah menjadi hidangan seperti Swiss steak agar daging menjadi lebih empuk.
9. Flat Iron Steak
Flat iron steak berasal dari bagian bahu sapi.
Potongan ini memiliki marbling yang cukup baik dan rasa yang kaya, tetapi sulit ditemukan karena setiap sapi hanya menghasilkan dua potong flat iron. Selain itu, proses pemotongannya membutuhkan keahlian khusus agar jaringan ikat di bagian tengah dapat dibersihkan dengan sempurna.
Flat iron paling cocok dipanggang di atas grill atau dimasak menggunakan wajan panas.
8. Hanger Steak
Hanger steak berasal dari bagian diafragma sapi dan sering dijuluki butcher's steak karena dahulu menjadi favorit para tukang daging.
Potongan ini memiliki rasa daging yang kuat, tetapi cukup sulit dimasak. Hanger steak sebaiknya hanya dimasak hingga tingkat medium rare agar tetap lembut.
Marinasi dan mengiris daging melawan arah serat menjadi kunci menghasilkan tekstur terbaik.
7. Flank Steak
Flank steak berasal dari bagian perut bawah sapi dan dikenal sebagai salah satu potongan yang ekonomis namun kaya rasa.
Karena kandungan lemaknya rendah, flank steak mudah menjadi alot jika dimasak terlalu lama.
Potongan ini ideal dimarinasi terlebih dahulu sebelum dipanggang atau dimasak menggunakan broiler dengan suhu tinggi.
6. Skirt Steak

Skirt steak juga berasal dari bagian perut sapi, tetapi memiliki serat yang lebih panjang dibanding flank steak.
Teksturnya sangat cocok untuk menyerap bumbu marinasi sehingga menghasilkan cita rasa yang kuat.
Namun, jangan memarinasi terlalu lama karena daging bisa menjadi lembek. Setelah matang, skirt steak wajib dipotong melawan arah serat agar mudah dikunyah.
5. T-Bone Steak
T-Bone merupakan kombinasi dua potongan premium, yakni New York strip dan filet mignon, yang dipisahkan oleh tulang berbentuk huruf T.
Steak ini menawarkan perpaduan tekstur lembut dan rasa daging yang kaya.
Meski begitu, keberadaan tulang membuat proses memasaknya sedikit lebih rumit karena kedua sisi daging harus matang secara merata.
4. Porterhouse Steak
Porterhouse sering dianggap sebagai "kakak" dari T-Bone karena memiliki bagian filet mignon yang jauh lebih besar.
Potongan ini berasal dari bagian belakang short loin sehingga ukurannya lebih besar dan umumnya cukup untuk disantap dua hingga empat orang.
Metode memasak terbaik adalah dipanggang di atas grill atau dipanggang dalam oven dengan suhu tinggi.
3. New York Strip
New York strip menjadi favorit banyak pecinta steak karena memiliki keseimbangan antara kelembutan dan rasa daging yang kuat.
Marbling yang cukup banyak membuat steak ini tetap juicy saat dimasak.
Selain dipanggang, New York strip juga cocok dimasak dengan teknik butter basting maupun reverse sear.
2. Filet Mignon
Filet mignon dikenal sebagai salah satu potongan steak paling premium.
Bagian ini berasal dari tenderloin yang hanya menyumbang sekitar dua hingga tiga persen dari total bobot sapi sehingga harganya relatif mahal.
Teksturnya sangat lembut dengan rasa yang lebih ringan dibanding ribeye. Karena kandungan lemaknya rendah, filet mignon sebaiknya tidak dimasak melebihi tingkat medium rare agar tidak kering.
Steak ini sangat cocok dipadukan dengan saus krim, butter bawang putih, atau red wine reduction.
1. Ribeye

Ribeye menempati posisi pertama berkat kombinasi rasa daging yang kaya, marbling melimpah, dan tekstur yang sangat juicy.
Potongan ini berasal dari bagian iga sapi dan dikenal sebagai salah satu steak paling mudah menghasilkan cita rasa premium.
Ribeye tersedia dalam versi tanpa tulang maupun bone-in, termasuk varian tomahawk yang populer karena ukurannya besar.
Chef merekomendasikan memasak ribeye menggunakan panas tinggi, baik di atas grill maupun dengan teknik butter basting menggunakan mentega, bawang putih, dan rempah segar untuk menghasilkan aroma yang lebih kaya.
Dengan keseimbangan antara kelembutan, rasa gurih, dan kandungan lemak, ribeye dinilai sebagai potongan steak terbaik untuk dinikmati, baik oleh pemula maupun pecinta daging sapi. (*)
