131 Peserta Ikuti Ujian Sertifikasi Ninja di Jepang, Usia 9 hingga 76 Tahun

Pratiwi - Selasa, 23 Juni 2026 10:21 WIB
null

SHIGA (sijori.id) – Sebanyak 131 peserta dari berbagai daerah di Jepang dan luar negeri mengikuti ujian sertifikasi ninja yang digelar di Kota Koka, Prefektur Shiga, Jepang, pada 14 Juni 2026.

Ujian yang dikenal sebagai Koka-ryu Ninja Certification atau Sertifikasi Ninja Aliran Koka tersebut menjadi salah satu upaya pelestarian budaya ninja yang telah berkembang di wilayah tersebut selama ratusan tahun.

Penyelenggara membagi ujian ke dalam tiga tingkatan, yakni pemula, menengah, dan lanjutan. Para peserta tidak hanya diuji melalui tes tertulis, tetapi juga harus menunjukkan kemampuan khas ninja, seperti melempar shuriken serta mengenakan kostum ninja sesuai ketentuan.

Tahun ini menjadi penyelenggaraan ke-18 sejak program sertifikasi tersebut pertama kali digelar. Peserta datang dari berbagai wilayah Jepang dan sejumlah negara lain, termasuk Singapura dan Hong Kong.

Rentang usia peserta pun cukup beragam, mulai dari anak-anak berusia 9 tahun hingga peserta tertua yang berusia 76 tahun. Dari total peserta, sebanyak 93 orang mengikuti kategori pemula, 28 peserta kategori menengah, dan 10 peserta kategori lanjutan.

Pada kategori pemula, peserta mengikuti ujian tertulis mengenai dasar-dasar sejarah dan budaya ninja. Mereka juga memperoleh poin tambahan apabila mengenakan kostum ninja lengkap serta berhasil menunjukkan kemampuan melempar shuriken.

Sementara itu, peserta tingkat menengah menghadapi soal yang lebih kompleks terkait sejarah, tradisi, dan perkembangan ninja Koka.

Untuk kategori lanjutan, tantangannya jauh lebih berat. Selain mengikuti ujian tertulis, peserta juga diwajibkan menyerahkan laporan atau karya tulis khusus sebagai bagian dari proses penilaian.

Banyak peserta mengaku mengikuti ujian tersebut karena memiliki ketertarikan terhadap budaya ninja sejak lama. Kota Koka sendiri dikenal luas sebagai salah satu tempat kelahiran seni ninjutsu dan menjadi destinasi favorit para penggemar sejarah ninja.

Lebih dari 500 tahun lalu, wilayah tersebut merupakan tempat bermukimnya Klan Koga yang terkenal karena kemampuan mereka sebagai pejuang bayangan atau ninja elite.

Melalui penyelenggaraan sertifikasi tahunan ini, Asosiasi Penelitian Ninja Koka berupaya menjaga warisan budaya tersebut agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi muda.

Hasil ujian menunjukkan tingkat kelulusan yang cukup tinggi. Pada kategori pemula, tingkat kelulusan mencapai 90 persen. Untuk tingkat menengah tercatat sekitar 70 persen, sedangkan kategori lanjutan memiliki tingkat kelulusan 55 persen.

Capaian tersebut menunjukkan minat terhadap budaya ninja masih cukup kuat di Jepang maupun mancanegara. Selain menjadi sarana edukasi sejarah, sertifikasi ini juga menjadi cara unik untuk memperkenalkan warisan budaya Jepang kepada masyarakat global.

Dengan semakin banyaknya peserta yang berhasil lulus setiap tahun, tradisi ninja Koka diyakini akan terus bertahan sebagai bagian penting dari identitas budaya Jepang di masa depan. (*)

RELATED NEWS