3 Anak Macan Tutul Sri Lanka Lahir di Singapura
SINGAPURA (sijori.id) - Tiga anak macan tutul Sri Lanka yang lahir pada 1 Januari 2026 kini resmi diperkenalkan ke publik di Singapore Zoo. Kelahiran ini menjadi momen bersejarah karena merupakan yang pertama untuk spesies tersebut di kebun binatang ini.
Anak macan tutul tersebut terdiri dari dua jantan dan satu betina, lahir dari pasangan induk Yala dan Asanka. Sebelumnya, kelahiran macan tutul Sri Lanka terakhir tercatat di Singapura sekitar tiga dekade lalu di Night Safari.
Spesies Langka dengan Populasi Terbatas
Macan tutul Sri Lanka termasuk dalam kategori rentan (vulnerable) menurut Daftar Merah IUCN. Diperkirakan, jumlahnya di alam liar saat ini kurang dari 800 individu.
Di kebun binatang seluruh dunia, hanya terdapat sekitar 80 ekor macan tutul Sri Lanka, menjadikan kelahiran tiga anak ini sebagai kontribusi penting bagi program konservasi global.
Debut Publik di Habitat Wild Africa
Ketiga anak macan tutul kini dapat dilihat pengunjung di area pameran Wild Africa. Pihak Mandai Wildlife Group menyampaikan bahwa anak-anak tersebut akan ditemani induknya di area tersebut hingga pertengahan Mei, sebelum jadwal kunjungan dibatasi pada hari tertentu.
Sejak lahir, ketiganya telah menjalani perawatan dan observasi intensif untuk memastikan kondisi kesehatan tetap optimal.
Perawatan dan Karakter yang Mulai Terlihat
Menurut kurator Mandai Wildlife Group, Anand Kumar, proses pembiakan ini membutuhkan waktu hampir tiga tahun melalui kerja sama lintas negara untuk mendapatkan pasangan induk yang cocok.
Ia menyebutkan bahwa ketiga anak macan tutul mulai menunjukkan karakter berbeda. Dua jantan cenderung lebih tenang, sementara yang betina terlihat lebih aktif dan agresif.
“Perbedaan ini sudah terlihat sejak dini, bahkan dari pola titik di dahi mereka yang unik seperti sidik jari,” ujarnya.
Pemeriksaan Kesehatan dan Vaksinasi
Pihak kebun binatang juga mengonfirmasi bahwa hasil pemeriksaan kesehatan pertama pada Februari menunjukkan kondisi ketiga anak macan tutul dalam keadaan baik.
Sebagai bagian dari protokol konservasi, mereka telah menerima vaksinasi terhadap penyakit kucing umum serta perawatan pencegahan cacing.
Komitmen Konservasi Satwa Langka
Kelahiran ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Singapore Zoo dalam menjaga keberlangsungan spesies langka. Dalam beberapa bulan terakhir, kebun binatang ini juga mencatat kelahiran satwa lain yang terancam punah, termasuk orang utan Kalimantan dan trenggiling.
Upaya ini menegaskan peran Singapura sebagai salah satu pusat konservasi satwa penting di kawasan Asia, khususnya dalam menjaga keanekaragaman hayati global. (*)
