5 Cara Mencegah Jamur di Rumah Saat Musim Hujan dan Cuaca Lembap

Pratiwi - Jumat, 05 Juni 2026 13:19 WIB
null

(sijori.id) - Jamur di rumah sering dianggap masalah sepele yang bisa ditangani nanti. Padahal, dalam kondisi yang tepat, jamur dapat tumbuh dengan cepat, merusak bangunan, menimbulkan bau tidak sedap, dan berpotensi mengganggu kesehatan penghuni rumah.

Para ahli mikologi atau ilmu jamur menjelaskan bahwa spora jamur sebenarnya selalu ada di udara dan menempel di berbagai permukaan. Jamur akan berkembang ketika menemukan kombinasi kelembapan, sumber makanan organik, oksigen, dan suhu yang sesuai.

Karena itu, pencegahan menjadi langkah paling efektif untuk menghindari pertumbuhan jamur di dalam rumah.

Berikut lima cara yang direkomendasikan para ahli.

1. Rutin Membersihkan Permukaan Rumah

Jamur memerlukan bahan organik sebagai sumber makanan. Debu, kotoran, bakteri, hingga sel kulit mati yang menempel di dinding, plafon, dan jendela sudah cukup untuk mendukung pertumbuhannya.

Selain membersihkan lantai, meja, dan kamar mandi secara rutin, penghuni rumah juga disarankan membersihkan dinding, plafon, serta kusen jendela setidaknya sekali dalam setahun.

Pembersihan dapat dilakukan menggunakan deterjen ringan yang diencerkan dengan air. Langkah sederhana ini membantu menghilangkan sumber makanan yang dibutuhkan jamur untuk berkembang.

2. Jaga Kelembapan Udara Tetap Rendah

Kelembapan udara yang tinggi merupakan faktor utama pertumbuhan jamur. Idealnya, tingkat kelembapan relatif di dalam rumah dijaga di bawah 60 persen.

Cara paling mudah adalah menggunakan alat pengukur kelembapan atau hygrometer. Selain itu, penghuni rumah dapat:

Membuka jendela dan pintu saat cuaca cerah.
Menggunakan dehumidifier di ruangan yang lembap.
Mengaktifkan mode dry pada pendingin udara jika tersedia.

Mengontrol kelembapan udara secara konsisten dapat secara signifikan mengurangi risiko munculnya jamur.

3. Atasi Kondensasi Secepat Mungkin

Kondensasi terjadi ketika udara hangat bertemu permukaan dingin, seperti kaca jendela atau dinding tertentu. Kondisi ini sering ditemukan pada kamar tidur dan ruangan yang minim ventilasi.

Jika dibiarkan, area yang terus-menerus basah akibat embun akan menjadi tempat ideal bagi jamur.

Untuk mencegahnya:

  • Buka pintu kamar saat tidur agar sirkulasi udara lebih baik.
  • Lap embun yang muncul di jendela atau dinding setiap pagi.
  • Jaga suhu ruangan tetap hangat agar permukaan tidak terlalu dingin.


4. Hindari Menambah Kelembapan di Dalam Rumah

Aktivitas sehari-hari seperti memasak, mandi air panas, atau mengeringkan pakaian dapat melepaskan banyak uap air ke udara.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

  • Menyalakan cooker hood atau penghisap asap saat memasak.
  • Mengaktifkan exhaust fan selama dan setelah mandi.
  • Menggunakan mesin pengering pakaian yang mampu menampung uap air.
  • Menghindari penggunaan pemanas gas tanpa saluran pembuangan.

Langkah-langkah tersebut membantu menjaga udara tetap kering dan mengurangi risiko pertumbuhan jamur.

5. Segera Perbaiki Kebocoran dan Tumpahan Air

Jamur dapat mulai tumbuh hanya dalam waktu 24 hingga 48 jam setelah permukaan menjadi basah.

Karena itu, kebocoran atap, pipa, maupun rembesan air harus segera diperbaiki. Begitu pula dengan karpet, sofa, atau lantai yang terkena tumpahan air harus segera dikeringkan.

Menunda perbaikan hanya akan memperbesar peluang jamur berkembang dan menyebar ke area lain.

Cara Membersihkan Jamur dengan Aman

Jika jamur baru muncul dalam jumlah kecil, pembersihan masih dapat dilakukan sendiri dengan menggunakan sarung tangan, masker N95 atau P2, serta pelindung mata.

Beberapa ahli merekomendasikan membersihkan area berjamur menggunakan:

  • Larutan 80 persen cuka dan 20 persen air.
  • Deterjen ringan yang dicampur air.

Yang terpenting bukan hanya membunuh jamur, melainkan mengangkat dan menghilangkannya dari permukaan. Jamur yang sudah mati pun masih dapat memicu masalah kesehatan jika tetap menempel.

Namun, bagi lansia, ibu hamil, anak kecil, orang dengan gangguan pernapasan, atau individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, pembersihan sebaiknya dilakukan oleh tenaga profesional.

Apakah Minyak Cengkih Efektif?

Minyak cengkih kerap disebut sebagai solusi alami untuk membersihkan jamur. Kandungan eugenol di dalamnya memang memiliki sifat antijamur dan dapat menghambat pertumbuhan spora.

Meski demikian, para ahli menilai efektivitasnya sering kali dilebih-lebihkan. Selain belum banyak didukung penelitian khusus untuk bangunan rumah, minyak cengkih juga meninggalkan lapisan berminyak yang dapat menarik debu dan kotoran.

Akibatnya, permukaan tersebut justru berpotensi kembali menjadi tempat tumbuh jamur ketika kondisi lembap muncul lagi.

Karena itu, menjaga kebersihan, mengontrol kelembapan, dan memperbaiki sumber air tetap menjadi cara paling efektif untuk mencegah jamur muncul di rumah dalam jangka panjang. (*)

RELATED NEWS