5 Seiko Lawas yang Bikin Penggemar Berharap Diproduksi Lagi
(sijori.id) - Seiko dikenal sebagai salah satu merek jam tangan Jepang yang konsisten memperbarui desain dan teknologinya. Namun, di tengah banyaknya model baru, sejumlah jam tangan lawas justru masih memiliki penggemar yang berharap produksinya kembali dilanjutkan.
Beberapa model bahkan berkembang menjadi jam tangan kultus di kalangan kolektor dan penggemar horologi. Alasannya beragam, mulai dari desain yang ikonik, ukuran yang proporsional, kemampuan teknis, hingga harga yang relatif terjangkau saat pertama kali dipasarkan.
Berikut lima jam tangan Seiko yang dinilai layak mendapatkan kesempatan kedua.
Seiko SKX007
Seiko SKX007 resmi dihentikan produksinya pada 2019 setelah menjalani masa produksi selama sekitar 23 tahun. Meski Seiko kemudian menghadirkan sejumlah model modern melalui lini Seiko 5 Sports, SKX007 tetap memiliki basis penggemar yang kuat.
Daya tarik utama jam ini terletak pada kombinasi kemampuan dan harga. Ketika baru, SKX007 dibanderol sekitar 350 dolar AS. Jam tersebut menawarkan ketahanan air hingga 200 meter, crown dengan sistem screw-down, bezel satu arah, serta mesin otomatis Seiko 7S26.
SKX007 juga menjadi pintu masuk bagi banyak penggemar ke dunia jam mekanis. Ekosistem aftermarket yang besar membuatnya mudah dimodifikasi dan dikustomisasi.
Meski memiliki kekurangan, seperti mesin yang tidak mendukung hand-winding dan hacking serta penggunaan kaca Hardlex yang relatif mudah tergores, karakter tersebut justru menjadi bagian dari daya tariknya.
Di pasar sekunder saat ini, Seiko SKX007 dalam kondisi baik umumnya berada di kisaran 300-500 dolar AS. Unit yang sangat terawat atau lengkap dengan kotak dan dokumen dapat memiliki harga lebih tinggi.
Seiko SARB065 Cocktail Time
Seiko SARB065 Cocktail Time diperkenalkan pada 2010 sebagai bagian dari trio jam tangan khusus pasar Jepang yang terinspirasi dari koktail. Model ini dikembangkan melalui kolaborasi dengan bartender Jepang, Shinobu Ishigaki.
Bagian paling menonjol adalah dial dengan finishing sunburst yang memantulkan cahaya dari berbagai sudut. Indeks yang ramping dan jarum detik berwarna biru juga memberikan kesan elegan.
Di balik dial tersebut terdapat mesin otomatis Seiko 6R15 yang sudah mendukung hand-winding dan hacking, dengan cadangan daya sekitar 50 jam.
Lini Cocktail Time memang masih berlanjut melalui koleksi Presage. Namun, SARB065 original memiliki karakter yang sulit sepenuhnya digantikan model-model baru.
Harga SARB065 di pasar sekunder kini umumnya berada di kisaran 500-600 dolar AS. Untuk unit dengan kondisi sangat baik atau lengkap, harganya dapat mendekati 800 dolar AS.
Seiko SARB033
Diproduksi sekitar 2007 hingga 2018, Seiko SARB033 menjadi salah satu model yang memiliki status kultus di kalangan penggemar jam tangan.
Jam berdiameter 38 mm ini menawarkan desain sederhana dengan dial hitam, indeks aplikatif berpotongan, serta case yang memadukan permukaan brushed dan polished.
Proporsinya menjadi salah satu kekuatan utama SARB033. Ukurannya cukup ringkas untuk memberikan kesan elegan, tetapi tetap terasa solid untuk penggunaan sehari-hari.
Mesin otomatis yang digunakan adalah Seiko 6R15, lengkap dengan fitur hand-winding, hacking, dan cadangan daya sekitar 50 jam.
SARB033 kerap mendapat julukan "Baby Grand Seiko" karena penampilannya yang terlihat jauh lebih mahal dibandingkan kelas harganya saat masih diproduksi.
Seiko kini memiliki sejumlah alternatif melalui lini Presage dan Seiko 5. Namun, kombinasi ukuran 38 mm, mekanisme otomatis, desain understated, dan harga yang relatif terjangkau membuat SARB033 sulit digantikan.
Di pasar sekunder, SARB033 dalam kondisi baik umumnya ditawarkan sekitar 600-1.000 dolar AS.
Seiko SKX779/781 "Monster"
Seiko SKX779 dan SKX781 diperkenalkan pada 2000 dan dengan cepat membangun basis penggemar tersendiri.
Dibandingkan SKX007 yang tampil lebih sederhana, Monster hadir dengan desain yang jauh lebih agresif. Bezel bergerigi dalam, indeks berukuran besar, serta lume yang kuat menjadi ciri khasnya.
Case yang tebal dan bezel bergaya industrial membuat jam ini memiliki karakter yang sulit diabaikan. Namun, desain tersebut bukan sekadar soal penampilan. Dial dan jarumnya juga dirancang agar tetap mudah dibaca dalam kondisi minim cahaya.
Seperti SKX007, Monster menggunakan mesin otomatis yang dikenal tangguh dan dirancang untuk dipakai sehari-hari.
Seiko masih memproduksi berbagai jam tangan selam modern. Namun, generasi pertama Monster memiliki karakter unik yang tidak mudah ditemukan pada model-model baru.
Harga generasi pertama Monster di pasar sekunder saat ini berada di kisaran 300-450 dolar AS, tergantung kondisi. Model hitam dan versi oranye yang lebih mencolok sama-sama menjadi incaran penggemar.
Seiko SNK809
Seiko SNK809 menjadi pilihan yang berbeda dari empat model sebelumnya. Ukurannya lebih kecil, desainnya sederhana, tetapi justru itulah daya tarik utamanya.
Bagian dari keluarga Seiko 5 yang populer, SNK809 menggunakan case sekitar 37 mm dengan dial hitam bergaya military, angka Arab, tampilan day-date, dan mesin otomatis.
Model ini diperkenalkan pada pertengahan 1990-an dan memiliki desain field watch yang mudah dipadukan dengan berbagai gaya berpakaian. Dipakai bersama jeans, pakaian kasual, bahkan setelan formal, tampilannya tetap masuk akal.
Bagi banyak penggemar, SNK809 menjadi jam mekanis pertama yang memperkenalkan dunia horologi tanpa harus mengeluarkan biaya besar.
Model ini juga mewakili era ketika jam otomatis dengan karakter kuat masih dapat diperoleh dengan harga sangat terjangkau.
Kini, harga SNK809 di pasar sekunder berada di kisaran 200-300 dolar AS, bergantung pada kondisi dan tempat pembelian.
Lima model tersebut menunjukkan bahwa daya tarik sebuah jam tangan tidak selalu bergantung pada teknologi terbaru. Dalam beberapa kasus, desain yang sederhana, proporsi yang tepat, karakter kuat, dan harga yang masuk akal justru membuat sebuah model bertahan dalam ingatan penggemarnya. (*)
