Abdulrahman , 2 Hari Terombang-aming di Selat Malaka

Pratiwi - Sabtu, 31 Oktober 2020 23:05 WIB
Kapal ditarik mendekat ke lambung kiri dan seluruh awak kapal dipersilahkan untuk beristirahat sejenak di atas KN. Pulau Dana - 323. undefined

KUALA TANJUNG (sijori.id) - Bakamla RI melakukan pertolongan terhadap kapal nelayan tradisional yang telah terapung selama dua hari dan hampir terseret arus ke wilayah perairan Malaysia. Kapal tersebut ditemukan di Perairan Kuala Tanjung, Sumatera Utara, beberapa waktu lalu.

Abdulrahman dan keempat temannya pergi melaut dengan harapan dapat pulang dengan membawa hasil tangkapan ikan yang melimpah. Namun tiba-tiba, kapal kayu yang digunakannya untuk mencari nafkah mengalami mati mesin.

Ujungnya, Abdulrahman dan keempat temannya harus terapung-apung selama dua hari di tengah laut, tanpa adanya tanda-tanda kapal nelayan lain yang mendekat ke arahnya.

Di kejahuan Abdulrahman melihat kapal putih bertuliskan Indonesia Coast Guard mendekat ke arahnya.

Melihat kapal kayu yang terapung-apung, Komandan KN. Pulau Dana - 323 Letkol Bakamla Hananto Widhi memerintahkan untuk mendekat. Setelah dilakukan kontak secara visual, awak kapal kayu tersebut memberikan sinyal memohon pertolongan.

Tak perlu waktu lama, Komandan KN. Pulau Dana - 323 mengerahkan personelnya untuk mendekat menggunakan rigid hulled inflatable boat (RHIB). Personel yang telah sampai di atas kapal kayu melaporkan bahwa kapal mengalami kerusakan dan mati mesin. Kapal ditarik mendekat ke lambung kiri KN. Pulau Dana - 323 dan seluruh awak kapal dipersilahkan untuk beristirahat sejenak di atas KN. Pulau Dana - 323.

RHIB Bakamla mendekati kapan Abdilarahman

Sambil menunggu kapal diperbaiki oleh personel KN. Pulau Dana - 323, Abdulrahman menceritakan kepada Komandan KN. Pulau Dana - 323 bahwa dirinya dan keempat temannya sudah terapung selama dua hari. Mereka juga sudah kehabisan persediaan air minum dan makanan.

"Untung saja kami diselamatkan oleh Bakamla RI, kalau tidak, sebentar lagi kami sudah terbawa arus memasuki perairan Malaysia", ucap Abdulrahman penuh syukur.

Selang beberapa waktu, kapal nelayan sudah selesai diperbaiki. Seluruh nelayan dan kapalnya kembali ke Kuala Tanjung dengan selamat. (*)

Bagikan

RELATED NEWS