Afrika Jauh Lebih Luas dari yang Terlihat di Peta Dunia

Pratiwi - Sabtu, 24 Januari 2026 16:17 WIB
null

(sijori.id) - Selama ini, peta dunia yang umum digunakan kerap menimbulkan persepsi keliru tentang ukuran benua dan negara. Hal itu terjadi karena banyak peta mengacu pada proyeksi Mercator, metode pemetaan yang mengubah permukaan Bumi yang bulat menjadi bidang dua dimensi. Konsekuensinya, ukuran wilayah—terutama yang berada jauh dari garis khatulistiwa—menjadi terdistorsi.

Salah satu contoh paling mencolok terlihat pada perbandingan Afrika dan Greenland. Dalam peta konvensional, keduanya tampak hampir seukuran. Padahal, secara nyata, luas Afrika sekitar 14 kali lebih besar dibandingkan Greenland. Bahkan, pulau terbesar di dunia itu masih lebih kecil dibandingkan Republik Demokratik Kongo, salah satu negara di Afrika.

Distorsi serupa juga memengaruhi cara pandang terhadap Rusia. Negara tersebut kerap digambarkan sebagai wilayah terluas di dunia, bahkan seolah lebih besar dari Afrika. Faktanya, benua Afrika cukup luas untuk menampung wilayah Rusia hingga hampir dua kali lipat.

Lebih jauh lagi, jika dilihat dari ukuran sebenarnya, Amerika Serikat, China, India, Jepang, serta seluruh wilayah Eropa dapat masuk ke dalam Afrika secara bersamaan. Gambaran ini menunjukkan betapa besar skala Afrika yang selama ini kerap diremehkan akibat cara peta dunia disajikan.

Kesadaran akan distorsi peta ini penting, bukan sekadar untuk akurasi geografis, tetapi juga untuk memahami posisi dan peran Afrika secara proporsional dalam konteks global.

(*)

RELATED NEWS