Air Alkali Diyakini Memiliki Sejumlah Manfaat Kesehatan
(sijori.id) - Air alkali adalah air dengan tingkat pH yang lebih tinggi dibandingkan dengan air biasa. Air ini memiliki tingkat pH yang mencapai 8 hingga 9. Semakin rendah pH, artinya air memiliki tingkat keasaman yang tinggi sedangkan semakin tinggi pH menunjukkan air yang lebih basa. Air alkali umumnya juga mengandung berbagai mineral penting yang dibutuhkan tubuh agar berfungsi dengan baik, seperti kalsium , potasium, natrium, dan magnesium.
Melansir Dr Axe, tingkat pH yang tinggi tersebut terjadi karena air alkali mengandung ion hidrogen yang mengandung banyak oksigen dan berakibat pada tingginya tingkat basa air. Dengan tingginya ion hidrogen yang terkandung dalam air, tidak ada penyakit yang diketahui dapat bertahan dalam keadaan basa.
Dibanding air biasa, air alkali memiliki sejumlah manfaat kesehatan yang sangat baik bagi manusia jika mengonsumsinya. Berikut adalah sejumlah manfaat air alkali untuk kesehatan.
1. Meningkatkan sirkulasi darah
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa air alkali dapat meningkatkan sirkulasi darah sehingga memungkinkan aliran darah yang lebih lancar ke seluruh tubuh untuk mengantarkan oksigen dan nutrisi penting ke seluruh tubuh.
Air alkali bekerja dengan cara mengurangi kekentalan darah sehingga membuat darah mengalir lebih mudah. Hal tersebut dibuktikan dalam penelitian tahun 2016 yang diterbitkan dalam Journal of International Society of Sports Nutrition.
Penelitian tersebut melibatkan 100 orang dewasa sehat yang diberi air biasa dan air alkali untuk rehidrasi setelah melakukan aktivitas fisik. Hasil menunjukkan konsumsi air alkali mengakibatkan penurunan kekentalan darah sebesar 6,3%, sementara konsumsi air biasa hanya menghasilkan penurunan sebesar 3,36%.
2. Meningkatkan hidrasi
Air alkali dipercaya dapat meningkatkan hidrasi lebih dari air minum biasa. Menurut penelitian dalam Journal of International Society of Sports Medicine, mengonsumsi air alkali selama dua minggu selain meningkatkan kadar alkalinitas dalam darah dan urin, juga berkhasiat meningkatkan tingkat hidrasi lebih baik daripada mereka yang mengonsumsi air biasa.
3. Mengatur gula darah
Sejumlah studi awal telah menunjukkan air alkali dapat berkontribusi dalam menjaga keseimbangan gula darah. Penelitian tahun 2017 menunjukkan konsumsi air alkali dengan tingkat pH 9,5 dan pH 11,5 berhasil menurunkan kadar glukosa darah acak pada individu yang menderita diabetes tipe 2.
Selain itu, sebuah eksperimen menggunakan hewan yang dilakukan Dongduk Women’s University’s Department of Obesity Management at the Graduate School of Obesity Science yang diterbitkan dalam jurnal Life Sciences menemukan air alkali memiliki sifat anti-diabetes. Hasil penelitian tersebut mencatat air alkali dapat menurunkan kadar gula darah dan meningkatkan toleransi glukosa pada tikus percobaan.
4. Meningkatkan kesehatan tulang
Sejumlah penelitian menemukan air alkali dapat membantu menjaga kekuatan tulang dengan mempengaruhi hormon tertentu yang mempengaruhi metabolisme tulang.
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Pusat Penyakit Tulang di Rumah Sakit Universitas Lausanne di Swiss yang melibatkan 30 wanita, menemukan konsumsi air alkali mampu mengurangi tingkat hormon paratiroid yang bertanggung jawab atas pelepasan kalsium dari tulang ke dalam darah. Selain itu, penelitian tersebut juga mengamati terjadinya penurunan tingkat biomarker yang digunakan untuk mengukur laju pergantian tulang.
5. Anti penuaan
Dalam penelitian pada hewan yang dilakukan pada tahun 2020, dua kelompok tikus dibandingkan, di mana satu kelompok diberikan air biasa dan kelompok lainnya diberikan air alkali.
Hasil penelitian menunjukkan tingkat penuaan secara molekuler mengalami "perbaikan yang signifikan" di antara kelompok yang menerima asupan air alkali, termasuk penurunan tingkat ROS (spesies oksigen reaktif), peningkatan SOD-1 (superoksida dismutase) dan GSH (glutathione), serta peningkatan aktivitas telomerase dan panjang telomer.
Meskipun beberapa penelitian telah menemukan efek positif dari air alkali terhadap kesehatan, namun banyak dari penelitian tersebut merupakan penelitian kecil dengan keterbatasan yang signifikan sehingga sulit untuk memastikan seberapa besar manfaat yang sebenarnya dari air alkali. (*)
