Alasan Hutama Karya Merugi selama 2 Tahun Berturut - turut

Pratiwi - Rabu, 05 Oktober 2022 17:49 WIB
null

JAKARTA (sijori.id) - PT Hutama Karya (Persero) selama dua tahun berturut-turut rugi. Direktur Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kemenkeu, Rionald Silaban membeberkan, kerugian tersebut karena Hutama Karya belum penuh mendapatkan pendapatan dari beroperasinya jalan Tol Trans Sumatera.

"Kerugian perusahaan pada 2020 sebesar Rp2 triliun dan Rp2,4 triliun 2021. Ini karena telah beroperasinya Trans Sumatera sedangkan ekspektasi pendapatnya tidak seperti yang diharapkan," jelasnya dalam RDP dengan Komisi XI DPR RI beberapa waktu lalu.

Tol Trans Sumatra meningkatkan porsi utang Hutama karya meningkat. Namun sayangnya hal ini tidak diimbangi dengan meningkatnya aset, liabilitas dan ekuitas yang perseroan dapatkan.

Berdasarkan paparan Rionald, pada periode 2014 hingga 2022 pada kuartal 2 aset Hutama Karya naik sebesar 2.000%, liabilitas naik 1.300%, ekuitasnya 5.454%.

Hal ini menyebabkan beberapa rasio tertekaan, maka PMN diharapkan membantu mengurangi tekanan dalam keuangan Hutama Karya.

Sebelumnya, Komisi XI DPR RI menyetujui permintaan PT Hutama Karya (Persero) untuk mendapat tambahan penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp7,5 trilun.

Dana ini untuk mempercepat pembangunan tahap I kontruksi lima ruas jalan Tol Trans Sumatera (JTTS). Dengan tambahan PMN ini Hutama Karya memperoleh total suntikan dana mencapai Rp31,3 triliun. (*)

Tags Hutama KaryaBagikan

RELATED NEWS

‌‌‌
‌‌‌
‌‌‌