Alasan Pertumbuhan Ekonomi di Batam

Pratiwi - Sabtu, 14 Agustus 2021 06:15 WIB
Ilustrasi : Pertumbuhan Ekonomi

BATAM (sijori.id) - Pertumbuhan ekonomi Kepri yang tumbuh di angka 6,90 persen di triwulan kedua, disebabkan oleh sejumlah faktor khusus. Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri memiliki catatan khusus mengenai hal tersebut, yang dikategorikan sebagai fenomena perekonomian Kepri.

Faktor pertama, yakni terjadi peningkatan pada kategori industri pengolahan. Meningkatnya kategori ini terutama disebabkan oleh meningkatnya nilai tambah subkategori industri barang dari logam, omputer, barang Elektronik, optik dan peralatan listrik, dan subkategori industri mesin dan perlengkapan.

"Kemudian, realisasi pengadaan semen secara year on year (yoy) mengalami pertumbuhan sebesar 6,15 persen. Proyek peningkatan dan pembangunan beberapa ruas jalan di Batam, pembuatan IPAL, konstruksi BTS, dan renovasi Taman Rusa Sekupang diantaranya turut memberikan andil pada triwulan ini," kata Kepala BPS Kepri, Agus Sudibyo, Rabu (11/8/2021).

Selanjutnya, datang dari sektor transportasi. Secara kumulatif, kategori transportasi dan pergudangan mengalami pertumbuhan year on year yang cukup tinggi pada triwulan kedua 2021. Hal ini dilatarbelakangi oleh kebijakan persyaratan berpergian yang lebih longgar yang mengizinkan pemakaian GeNose sebagai syarat berpergian dan harga GeNose yang jauh lebih murah. Sehingga tidak lagi menghambat masyarakat yang
hendak berpergian.

"Jumlah penumpang angkutan udara yang berangkat selama triwulan II ini meningkat hingga 3 kali lipat dibanding triwulan II tahun lalu. Peningkatan ini didominasi oleh penumpang penerbangan domestik. Peningkatan year on year yang sangat tinggi ini disebabkan oleh relaksasi pembatasan dan aturan penerbangan saat ini dibandingkan dengan awal-awal pandemi," ungkapnya.

Faktor berikutnya yakni Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB). "Dibandingkan dengan triwulan yang sama pada tahun lalu PMTB mengalami peningkatan, hal ini antara lain disebabkan oleh output kategori Konstruksi yang meningkat sebesar 5,82 persen dan
Impor barang modal yang juga mengalami peningkatan sebesar 0,41 persen," tuturnya.

Berikutnya yakni tingkat inflasi terkendali yang didukung oleh konsumsi rumah tangga yang baik dan juga belanja pemerintah yang meningkat.

"Tingkat inflasi yang relatif terkendali dan pencairan THR serta gaji ke 13 pada triwulan ini mendorong peningkatan daya beli masyarakat, hal ini dikuatkan oleh hasil survei khusus konsumsi rumah tangga yang menunjukkan terjadinya peningkatan pada triwulan kedua," ungkapnya.

Dan terakhur, kurs ekspor Rupiah yang menguat dari Rp 14.118 pada Triwulan I 2021 menjadi Rp14.337 pada triwulan II 2021. "Nilai ekspor triwulan II 2021 mengalami peningkatan sebesar 54,93 persen dibanding triwulan II 2020, dengan kenaikan pada mesin/peralatan listrik sebesar 30,68 persen," jelasnya. (*)

Bagikan

RELATED NEWS

‌‌‌
‌‌‌
‌‌‌