Alfamart Masuk Bangladesh, Investasi US$120 Juta

Pratiwi - Kamis, 29 Januari 2026 11:55 WIB
null

DHAKA (sijori.id) – Raksasa ritel Indonesia, Alfamart, resmi menancapkan bisnisnya di Bangladesh melalui kerja sama usaha (joint venture) dengan Kazi Farms Group dan Mitsubishi Corporation asal Jepang. Kemitraan ini menandai langkah ekspansi Alfamart ke pasar Asia Selatan yang terus tumbuh.

Melalui kerja sama tersebut, Alfamart akan membangun jaringan gerai ritel berbasis convenience store yang fokus pada produk fast-moving consumer goods (FMCG). Kehadiran jaringan ritel modern ini diharapkan membawa standar global, teknologi mutakhir, serta sistem rantai pasok profesional ke pasar yang selama ini didominasi toko tradisional.

Pengumuman joint venture dilakukan dalam sebuah acara resmi di Dhaka pada 7 Oktober. Berdasarkan informasi internal proyek, investasi awal mencapai US$120 juta yang dibagi dalam dua tahap. Tahap pertama senilai US$50 juta, disusul US$70 juta pada tahap kedua. Dana tersebut dialokasikan untuk pembangunan gerai, gudang, dan sistem logistik sesuai standar internasional Alfamart.

Gerai pertama Alfamart direncanakan hadir di Dhaka dan Chattogram. Lokasinya dipilih di kawasan permukiman dan pusat aktivitas kota guna memastikan aksesibilitas konsumen. Dalam jangka panjang, jaringan ritel ini akan diperluas ke kota-kota kabupaten dan wilayah semiurban.

Direktur Kazi Farms Group, Kazi Zahin Hasan, menyebut sistem ritel berbasis teknologi informasi milik Alfamart menjadi daya tarik utama kerja sama. Sistem tersebut memungkinkan pemantauan penjualan dan stok barang secara real time, sehingga pengelolaan persediaan lebih efisien dan penjualan dapat ditingkatkan.

Saat ini Alfamart mengoperasikan sekitar 27 ribu gerai di Indonesia dan Filipina dengan lebih dari 150 ribu karyawan. Sekitar 40 persen di antaranya merupakan pekerja perempuan. Model bisnis ritel berkelanjutan dan inklusif menjadi salah satu kekuatan perusahaan.

Mitsubishi Corporation, sebagai pemegang saham utama Alfamart, berperan penting dalam memfasilitasi kerja sama ini. Pengalaman Mitsubishi dalam mengembangkan jaringan ritel global, termasuk Lawson dan Uniqlo, diyakini akan memperkuat ekspansi Alfamart di Bangladesh.

Masuknya Alfamart diperkirakan mempercepat transformasi sektor ritel modern Bangladesh. Dalam satu dekade terakhir, sektor ini tumbuh pesat seiring urbanisasi, peningkatan pendapatan, dan perubahan pola konsumsi masyarakat. Nilai pasar FMCG dan ritel modern Bangladesh kini diperkirakan melampaui Tk80.000 crore dengan pertumbuhan tahunan 10–12 persen.

Analis menilai kehadiran Alfamart berpotensi menciptakan ribuan lapangan kerja, memperkuat akses pasar bagi produsen lokal, serta meningkatkan standar kualitas produk dan layanan ritel. Dalam tahap awal, gerai Alfamart akan fokus pada kebutuhan sehari-hari, mulai dari makanan, minuman, produk perawatan pribadi, hingga kebutuhan rumah tangga. (*)

Tags Alfamart Kazi FarmsBagikan

RELATED NEWS