Arus Peti Kemas Batam Naik 12% pada Kuartal I/2026
BATAM (sijori.id) — Kinerja sektor kepelabuhanan di Badan Pengusahaan Batam menunjukkan tren positif pada kuartal I/2026. Peningkatan tercermin dari pertumbuhan arus peti kemas, general cargo, hingga mobilitas penumpang.
Data Direktorat Pengelolaan Kepelabuhanan BP Batam mencatat, volume bongkar muat peti kemas mencapai 187.000 TEUs atau meningkat 12% secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan periode yang sama 2025 sebesar 166.000 TEUs.
Kontribusi terbesar berasal dari Terminal Peti Kemas Batu Ampar yang membukukan throughput 128.556 TEUs atau tumbuh 22% yoy. Secara struktur, arus ekspor-impor mendominasi dengan porsi 74% dari total pergerakan peti kemas.
Di sisi lain, kinerja bongkar muat general cargo juga meningkat menjadi 2,9 juta ton atau naik 8% yoy dari 2,6 juta ton. Terminal Curah Cair Kabil menjadi kontributor utama dengan volume 1,09 juta ton, tumbuh 21% yoy.
Peningkatan aktivitas logistik turut tercermin dari kunjungan kapal yang mencapai 27.170 call atau naik 4% yoy. Sementara itu, total Gross Tonnage (GT) tercatat sebesar 19,6 juta GT, meningkat 15% dibandingkan 16,9 juta GT pada periode yang sama tahun lalu. Kenaikan ini mengindikasikan bertambahnya kapal berkapasitas besar yang beroperasi di perairan Batam.
“Pertumbuhan ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan pelaku usaha terhadap Batam sebagai hub konektivitas regional. Kami akan terus memperkuat ekosistem kepelabuhanan yang terintegrasi,” ujar Kepala BP Batam, Amsakar Achmad.
Dari sisi layanan penumpang, trafik ferry domestik dan internasional mencapai 2.507.630 orang atau tumbuh 15% yoy. Rute internasional masih mendominasi dengan 1.316.495 penumpang (naik 11% yoy), terutama menuju Singapura dan Malaysia. Adapun penumpang domestik meningkat 20% menjadi 1.191.135 orang.
Aktivitas tertinggi tercatat di Terminal Ferry Internasional Batam Centre dan Terminal Ferry Telaga Punggur. (*)
