Barito Renewables Energy (BREN) Gunakan Rp2,5 Triliun Dana IPO dalam 3 Bulan
JAKARTA (sijori.id) - Emiten energi baru terbarukan (EBT) milik konglomerat Prajogo Pangestu, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) telah memakai dana initial public offering (IPO) sebesar Rp2,58 triliun sampai akhir 2023.
Dalam penawaran umum yang berlangsung pada 3 - 5 Oktober 2023, BREN menghimpun dana IPO sebesar Rp3,13 triliun. Jika dikurangi biaya IPO Rp49,31 miliar, maka hasil bersih IPO BREN mencapai Rp3,08 triliun.
Dalam keterbukaan informasi pada Selasa, 16 Januari 2024, manajemen BREN menyatakan realisasi penggunaan dana selama 3 bulan atau hingga Desember 2023 mencapai Rp2,58 triliun. Sehingga sisa dana IPO perseroan sebesar Rp497,38 miliar.
Rincian penggunaan dana tersebut yakni untuk membayar utang ke Bangkok Bank Public Company Limited (BBL) Rp1,43 triliun, kewajiban pembayaran ke Star Energy Oil and Gas Pte. Ltd. (SEOG) Rp1,05 triliun
"Dan kewajiban pembayaran kepada perseroan Rp95,49 miliar," tulis manajemen BREN dalam keterbukaan informasi.
Dalam IPO tahun lalu tersebut, BREN menetapkan harga pelaksanaan Rp780 per saham dan mengeluarkan 4,01 miliar saham atau setara 3% dari jumlah saham yang akan dicatatkan di Bursa.
Setelah IPO, kepemilikan saham BREN dikuasasi BRPT sekitar 64,43%, Green Energy 23,52%, dan Jupiter Tiger Holding serta Prime Hill Fund masing-masing memiliki sekitar 4,35%. Adapun, total saham publik di bawah 5% mencapai 11,73%. (*)
