Baru Muncul, Clubhouse menjadi Start Up Unicorn

Pungki - Senin, 22 Februari 2021 23:37 WIB
Clubhouse sudah tergolong ke dalam start up unicorn. (sumber: Clubhouse sudah tergolong ke dalam start up unicorn.)

JAKARTA (sijori.id) – Konglomerat paling tajir sejagat raya pemilik mobil listrik Tesla, Elon Musk sejak awal Februari beberapa kali memperbincangkan media sosial baru berbasis audio Clubhouse di akun Twitternya.

Pada Januari 2021, aplikasi ini dilaporkan memiliki valuasi US$1 miliar setara Rp14 triliun (asumsi kurs Rp14.000 per dolar Amerika Serikat) dalam waktu kurang dari satu tahun. Artinya, Clubhouse sudah tergolong ke dalam start up unicorn. Padahal, valuasi Clubhouse pada Mei 2020 baru mencapai US$12 juta dengan pengguna 1.500 orang.

Hal itu membuat Elon Musk secara khusus mengundang warganet Twitter untuk ikut bergabung ke room-nya di Clubhouse pada 31 Januari 2021.

Ia bahkan sempat mengundang pemerintah Russia @KremlinRussia_E untuk berbincang di aplikasi Clubhouse pada Minggu 14 Februari.

Apa itu Clubhouse?

Mengutip dari laman The Guardian, Clubhouse adalah aplikasi jejaring sosial berbasis live audio-chat.

Pengguna dapat mendengar perbincangan, wawancara, dan diskusi mengenai berbagai topik, seperti layaknya podcast tetapi suasananya lebih hidup dan eksklusif.

Social Media Examiner menyebutkan jika media sosial ini lebih seperti ruang konferensi eksklusif tanpa ada rekaman.

“Jika ruang itu selesai, itu hilang selamanya” ujar Michael Stelzner founder Social Media Examiner.

Perusahaan media sosial ini didirikan oleh Paul Davidson dan Rohan Seth hampir satu tahun yang lalu yaitu pada Maret 2020 dan saat ini bermarkas di San Francisco, AS.

Jika ditelusuri dari akun Linked In, mereka berdua merupakan alumni Sarjana dan Magister Universitas Stanford serta mantan karyawan di Google.

Di Google, Rohan Seth sempat bekerja di bagian Engineering sedangkan Paul Davidson di Bussiness Operation. Keduanya merupakan pekerja di Silicon Valey.

Namun jangan sampai terkecoh, karena perusahaan bernama Clubhouse untuk saat ini ada dua. Aplikasi media sosial Clubhouse didirikan dengan nama perusahaan Alpha Exploration.Co.

Alpha Exploration Co mendapatkan suntikan investasi US$12 juta dari Andreessen Horowitz pada Mei 2020, ketika penggunanya baru 1.500 orang. Kemudian, Clubhouse melejit namanya di seluruh dunia tahun 2021 berkat promosi oleh Elon Musk.

Satunya lagi adalah Clubhouse Software.Inc yaitu merupakan software manajemen proyek yang didirikan pada 2014.

Jalur Undangan

Clubhouse merupakan media sosial yang sangat elitis, karena untuk menggunakannya, Anda tidak bisa serta merta mengunduh dan membuat akun begitu saja seperti kebanyakan media sosial lainnya.

Jika ingin bergabung, Anda harus mengikuti tautan undangan yang dikirim oleh pengguna aktif Clubhouse untuk mendapatkan akses pembuatan akun.

Namun pengguna yang sudah berhasil masuk Clubhouse hanya diberikan akses mengirimkan 2 kali undangan kepada siapapun yang ingin bergabung.

Bahkan, undangan untuk bergabung Clubhouse pun diperjualbelikan di e-commerce, misalnya di China seperti diberitakan The Guardian. Hal ini pun menjadi permasalahan sendiri, karena sejatinya gabung Clubhouse itu gratis.

Hal lainnya adalah, Clubhouse hanya tersedia untuk pengguna iPhone. Artinya, aplikasi ini hanya untuk iOS, bukan Android. Sejauh ini, memperluas Clubhouse ke pengguna Android baru sebatas rencana.

Dilansir dari laman Medium, per 1 Februari 2021, aplikasi ini memiliki lebih dari 3,5 juta unduhan global dan 8,1 juta pada 16 Februari 2021. Bahkan, dalam dua pekan saja, Clubhouse sudah diunduh oleh 4,6 juta orang. (SKO)

Bagikan

RELATED NEWS