Bayi Panda Lahir di Indonesia, Presiden Beri Nama Rio

Pratiwi - Kamis, 08 Januari 2026 10:29 WIB
Rio ketika baru lahir

BOGOR (sijori.id) - Kabar menggembirakan datang dari dunia konservasi satwa Indonesia. Seekor bayi panda lahir pada Rabu (27/11/2025) pukul 17.31 WIB. Kelahiran ini menjadi penanda keberhasilan program pelestarian satwa langka yang dijalankan melalui kerja sama internasional.

Pada usia lima hari, bobot tubuh bayi panda tersebut tercatat 228 gram. Hasil pemeriksaan awal tim medis menunjukkan bayi panda diduga berjenis kelamin jantan. Meski demikian, penetapan jenis kelamin secara pasti masih menunggu pemeriksaan lanjutan dalam beberapa pekan ke depan.

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memberikan nama Satrio Wiratama kepada bayi panda tersebut. Nama panggilan Rio dipilih dengan makna pejuang yang mulia, berani, dan berbudi luhur. Pemberian nama itu diharapkan mencerminkan semangat bangsa Indonesia dalam menjaga kelestarian alam sekaligus mempererat persahabatan antarnegara.

Bayi panda dari pasangan Cai To (jantan) dan Hu Chun (betina) diberi nama langsung oleh Presiden RI, Prabowo Subianto dengan nama "Satrio Wiratama" dengan penulisan dalam bahasa Mandarin Li Ao (里奥) dari nama panggilan Rio.

Momentum kelahiran bayi panda ini bertepatan dengan pertemuan Presiden Prabowo dengan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Wang Huning, di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (4/12/2025). Usai pertemuan tertutup, Presiden Prabowo tampak memperlihatkan foto bayi panda Rio kepada Wang Huning.

Bayi panda Rio merupakan hasil perkembangbiakan alami dari induk Hu Chun dan pejantan Cai Tao. Keduanya adalah panda raksasa yang diberikan Presiden RRT Xi Jinping kepada Indonesia pada 2017 dalam kerangka kerja sama konservasi. Hingga kini, Indonesia termasuk dalam sekitar 20 negara yang menerima panda langsung melalui mekanisme antarkepala negara.

Proses reproduksi Hu Chun diawasi secara intensif sejak Agustus 2025. Tim medis melakukan pemantauan ketat melalui pemeriksaan hormon, analisis urin, serta observasi perilaku harian.

Kelahiran Rio diharapkan tidak hanya memperkuat kemitraan Indonesia–RRT, tetapi juga meningkatkan kesadaran publik akan pentingnya perlindungan satwa langka. Peristiwa ini sekaligus menegaskan komitmen pemerintah menjadikan konservasi lingkungan sebagai bagian dari agenda strategis pembangunan nasional. (*)

RELATED NEWS