Benda Rock 707, Motor Cruiser 692cc dengan Suspensi Udara Adaptif
(sijori.id) - Motor cruiser selama ini identik dengan desain sederhana: mesin besar, posisi berkendara santai, jok rendah, serta wheelbase panjang. Namun, Benda mencoba membawa konsep tersebut ke level berbeda melalui Rock 707.
Cruiser terbaru Benda ini tetap mempertahankan karakter klasik dengan desain rendah dan mesin V-twin. Bedanya, Rock 707 dibekali sejumlah teknologi yang biasanya ditemukan pada sepeda motor dengan kelas atau harga lebih tinggi.
Salah satu fitur yang paling menarik adalah sistem suspensi udara elektronik adaptif yang dapat mengatur ketinggian motor secara otomatis.
Suspensi Bisa Turunkan Ketinggian Motor
Benda Rock 707 menggunakan garpu upside-down di bagian depan, sedangkan bagian belakang mengandalkan sistem suspensi udara elektronik dua ruang sebagai pengganti sokbreker ganda konvensional.
Sistem tersebut memungkinkan ketinggian motor berubah secara otomatis. Saat motor berhenti, ketinggian jok dapat diturunkan hingga 1,1 inci atau sekitar 28 mm.
Ketinggian jok yang semula 28,3 inci atau sekitar 719 mm dapat turun menjadi sekitar 27,2 inci atau 691 mm. Fitur tersebut dirancang untuk membantu pengendara, terutama mereka yang memiliki postur lebih pendek, agar lebih mudah menapak ketika berhenti.
Suspensi juga dapat menyesuaikan diri dengan kondisi jalan. Namun, belum diketahui apakah pengendara dapat melakukan pengaturan ketinggian secara manual.
Teknologi serupa sebelumnya telah digunakan Harley-Davidson pada Pan America 1250 Special. Bedanya, Harley menggunakan pengaturan preload pegas secara elektronik untuk mengubah ketinggian motor, bukan sistem suspensi udara.
Punya Kopling Elektronik Semi-Otomatis
Teknologi lain yang menjadi perhatian adalah BEC (Benda Electronic Clutch) MK-III.
Sistem tersebut merupakan teknologi kopling elektronik buatan Benda yang konsepnya mirip dengan Honda E-Clutch dan Yamaha Y-AMT. Rock 707 tetap memiliki tuas kopling, tetapi pengoperasiannya dapat dilakukan secara elektronik saat pengendara melakukan perpindahan gigi.
Dengan sistem tersebut, pengendara dapat melakukan perpindahan gigi tanpa harus selalu menarik tuas kopling. Karena itu, Rock 707 dapat disebut memiliki karakter semi-otomatis.
“The Rock 707 shows where we believe the cruiser can go next,” kata Constantin Heinemann, Head of Marketing Europe Benda.
Benda menyebut teknologi tersebut dikembangkan untuk membuat motor cruiser kelas menengah lebih mudah diakses oleh lebih banyak pengendara.
Mesin V-Twin 692cc
Di balik teknologi modern tersebut, Rock 707 tetap mengusung konfigurasi khas motor cruiser. Motor ini dibekali mesin V-twin berpendingin cairan berkapasitas 692cc.
Mesin tersebut menghasilkan tenaga 72 hp pada 9.000 rpm dan torsi maksimum 67,8 Nm pada 6.500 rpm. Karakter mesin disetel untuk menghasilkan torsi pada putaran bawah, tetapi tetap responsif ketika digunakan di perkotaan pada putaran menengah.
Tenaga disalurkan melalui transmisi enam percepatan yang dipadukan dengan kopling elektronik serta sistem slipper-assist.
Benda juga menggunakan penggerak belt pada roda belakang. Sistem ini diklaim dapat membantu mengurangi kebutuhan perawatan rutin dibandingkan rantai konvensional.
Dibekali Cruise Control dan Traction Control
Fitur Rock 707 tidak berhenti pada suspensi dan kopling elektronik. Motor ini memiliki panel instrumen TFT 3,6 inci dengan sudut pandang 120 derajat.
Tersedia pula port pengisian USB dan Type-C, cruise control, serta traction control sebagai perlengkapan standar.
Untuk kaki-kaki, Rock 707 menggunakan roda berukuran 16 inci. Motor ini memiliki wheelbase 1.550 mm dan sistem pengereman cakram ganda, dengan cakram depan 320 mm serta belakang 260 mm.
Bobot keseluruhan motor mencapai 235 kilogram.
Akan Dipamerkan di EICMA
Benda Rock 707 dijadwalkan tampil dalam pameran EICMA tahun ini dan akan tersedia melalui dealer di Eropa pada tahun yang sama.
Harga dan ketersediaannya untuk pasar Amerika Serikat belum dikonfirmasi.
Di pasar AS, sejumlah motor yang menjadi pembanding berada pada rentang harga mulai sekitar US$7.299 untuk Royal Enfield Super Meteor 650 dan US$7.649 untuk Kawasaki Vulcan S. Sementara Harley-Davidson Nightster dan Indian Scout Sixty memiliki harga awal US$9.999.
Namun, Rock 707 menawarkan paket teknologi yang berbeda, terutama melalui suspensi udara elektronik adaptif dan sistem kopling elektronik BEC MK-III. (*)
