Biaya Hidup Global 2026, Singapura Termahal di Asia

Pratiwi - Rabu, 11 Februari 2026 09:46 WIB
null

(sijori.id) - Biaya hidup masih menjadi tantangan utama dunia pada 2026. Meski tekanan inflasi mulai mereda di sejumlah negara, harga kebutuhan pokok, perumahan, dan sewa hunian tetap tinggi, bahkan terus meningkat di banyak wilayah.

Berdasarkan Global Cost of Living Index yang dirilis Numbeo, indeks biaya hidup dihitung dengan membandingkan harga kebutuhan sehari-hari, termasuk sewa, terhadap New York City yang dijadikan patokan dengan skor 100. Negara dengan skor 80 berarti biaya hidupnya 20 persen lebih rendah dibanding New York, sementara skor di atas 100 menunjukkan biaya hidup yang lebih mahal.

Dalam lima tahun terakhir, lonjakan biaya hidup semakin terasa. Di 28 negara, harga rumah tercatat naik lebih dari 50 persen sejak 2020. Sementara itu, harga bahan pangan melonjak signifikan di sejumlah negara seperti Meksiko, Jerman, dan Malaysia, sehingga terus menekan daya beli rumah tangga.

Data Numbeo menunjukkan perbedaan mencolok biaya hidup di 155 negara dan wilayah pada 2026. Bermuda menempati posisi teratas sebagai wilayah dengan biaya hidup tertinggi di dunia, dengan indeks 123,5. Wilayah seberang laut Inggris ini dikenal sebagai pusat properti mewah, pariwisata kelas atas, serta basis kekayaan offshore.

Posisi berikutnya ditempati Kepulauan Cayman dengan indeks 97,9, disusul Swiss (84,3), Kepulauan Virgin AS (82,5), dan Singapura (81,2). Sejumlah wilayah kepulauan mendominasi daftar negara termahal, mencerminkan tingginya konsentrasi kekayaan serta ketergantungan pada impor yang mendorong kenaikan harga.

Swiss berada di peringkat ketiga secara global, dengan Zurich dinobatkan sebagai kota termahal di dunia pada 2026. Selain penguatan franc Swiss, tingginya upah dan standar hidup turut memicu mahalnya biaya hidup.

Di kawasan Asia, Singapura menjadi negara dengan biaya hidup tertinggi. Keterbatasan lahan mendorong harga properti melonjak, sementara ketergantungan pada impor pangan yang mencapai sekitar 90 persen semakin memperbesar tekanan biaya hidup.

Amerika Serikat berada di peringkat ke-19 dunia dengan indeks 56,3. Sebagai perbandingan, median global indeks biaya hidup pada 2026 tercatat 30,8, menunjukkan kesenjangan signifikan antara negara maju dan berkembang dalam hal biaya hidup.

Temuan ini menegaskan bahwa persoalan biaya hidup bukan sekadar isu ekonomi, tetapi juga tantangan sosial global yang memengaruhi kualitas hidup masyarakat di berbagai negara. (*)

Editor: Pratiwi
Tags Biaya Hidup NumbeoBagikan

RELATED NEWS