Bongkar Muat Barang di Pelabuhan Batam Tembus 9,5 Juta Ton

sapadaku - Jumat, 30 Oktober 2026 18:45 WIB
Pelabuhan Batu Ampar, Kota Batam

BATAM (sijori.id) – Aktivitas pelabuhan di Batam semakin ramai. Bukan hanya urusan bongkar muat barang, pergerakan penumpang dan kunjungan kapal juga menunjukkan peningkatan.

Data BP Batam mencatat, sepanjang Januari hingga September 2026, volume bongkar muat barang atau general cargo mencapai 9.518.956 ton. Angka ini tumbuh 11 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Arus peti kemas juga ikut meningkat. Hingga akhir September, jumlahnya mencapai 627.493 TEUs atau naik 8 persen secara tahunan.

Direktur Badan Pengelolaan dan Pengusahaan Kepelabuhanan BP Batam, Benny Syahroni, mengatakan pertumbuhan tersebut ikut didorong meningkatnya aktivitas kargo domestik yang naik 20 persen.

" Aktivitas logistik maritim di Batam terus melaju pesat. Volume bongkar muat general cargo tembus 9.518.956 ton atau meningkat 11 persen (YoY), didorong oleh lonjakan kargo domestik sebesar 20 persen," ujar Benny.

Dari sisi penerimaan, jasa kepelabuhanan BP Batam sudah mengumpulkan Rp365,56 miliar hingga September 2026. Jumlah ini setara 75 persen dari target tahunan sebesar Rp490,15 miliar.

Penerimaan tersebut juga tumbuh 3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Batu Ampar Sudah Lewati Target

Ada yang menarik dari aktivitas bongkar muat di Terminal Umum Batu Ampar. Hingga September 2026, volumenya sudah mencapai 1.580.343 ton.

Padahal, target sepanjang tahun hanya 1,35 juta ton. Artinya, realisasinya sudah mencapai 117 persen.

Dengan kata lain, target bongkar muat general cargo di Batu Ampar sudah terlampaui meski 2026 masih menyisakan tiga bulan.

Sementara itu, Terminal Umum Curah Cair Kabil mencatat volume bongkar muat 3.255.252 ton. Capaian ini setara 93 persen dari target tahunan.

7,5 Juta Orang Melintas Lewat Pelabuhan

Pelabuhan Batam bukan hanya sibuk mengurus barang. Pergerakan penumpang juga cukup tinggi.

Sepanjang Januari-September 2026, jumlah penumpang domestik dan internasional mencapai 7.506.730 orang. Angka ini meningkat 8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Penumpang domestik menyumbang sekitar 3,38 juta orang atau tumbuh 10 persen. Sedangkan penumpang internasional mencapai 4,12 juta orang, naik 6 persen.

Dari target 8,75 juta penumpang sepanjang 2026, realisasinya sudah mencapai 86 persen.

Lalu bagaimana dengan kunjungan kapal?

BP Batam mencatat ada 82.677 panggilan kapal barang dan penumpang atau ship call. Jumlah ini meningkat 1 persen secara tahunan.

Namun, jika dilihat dari bobot kapal, kenaikannya jauh lebih besar. Total bobot kapal mencapai 62,38 juta gross tonnage (GT), melonjak 17,68 persen.

Khusus kapal barang, bobotnya mencapai 47,14 juta GT atau tumbuh 21 persen.

BP Batam Siapkan Peningkatan Layanan

Melihat perkembangan tersebut, Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, mengapresiasi pertumbuhan aktivitas kepelabuhanan. Ia menilai capaian ini menjadi modal penting memasuki triwulan terakhir 2026.

Menurut Denny, peningkatan volume bongkar muat, penerimaan jasa kepelabuhanan, dan bobot kapal menunjukkan aktivitas bisnis pelabuhan semakin berkembang.

BP Batam, kata dia, akan terus mengoptimalkan pemanfaatan aset pelabuhan komersial melalui pengelolaan yang profesional, transparan, dan berorientasi pada peningkatan nilai ekonomi.

"Realisasi penerimaan yang stabil di 75 persen, melesatnya general cargo di Batu Ampar hingga 117 persen, serta lonjakan bobot tonase kapal barang hingga 21 persen mencerminkan bahwa ekosistem bisnis pelabuhan kita beroperasi makin efisien," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, mengingatkan bahwa peningkatan jumlah penumpang harus diikuti dengan perbaikan kualitas pelayanan.

Modernisasi fasilitas terminal, digitalisasi sistem tiket, hingga kebersihan dermaga menjadi beberapa hal yang perlu mendapat perhatian.

Menurutnya, dengan jumlah penumpang yang sudah mencapai 7,5 juta orang, pelayanan pelabuhan harus semakin cepat, aman, dan nyaman.

BP Batam juga akan memperkuat koordinasi dengan instansi CIQP (Customs, Immigration, Quarantine, Port Health) serta mitra maritim.

Amsakar Ingin Batam Jadi Hub Logistik Internasional

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menyebut pertumbuhan aktivitas pelabuhan menjadi salah satu gambaran bergeraknya perdagangan dan investasi di Batam.

Baginya, pelabuhan merupakan urat nadi perekonomian Batam. Karena itu, pengembangan infrastruktur dan peningkatan kapasitas layanan harus terus dilakukan.

BP Batam akan mendorong penyempurnaan infrastruktur dermaga, penambahan peralatan bongkar muat modern, serta percepatan integrasi sistem logistik digital.

"Kinerja kepelabuhanan yang terus bertumbuh solid hingga September 2026 ini membuktikan bahwa roda perdagangan dan investasi industri Batam bergerak sangat dinamis. Pelabuhan adalah urat nadi utama Batam," kata Amsakar.

Berbagai pembenahan tersebut diarahkan untuk memperkuat posisi Batam sebagai transshipment hub atau pusat alih muat barang, sekaligus simpul logistik internasional di jalur Selat Malaka.

Dengan aktivitas barang dan penumpang yang terus meningkat, pekerjaan rumah berikutnya adalah memastikan fasilitas dan pelayanan pelabuhan mampu mengikuti pertumbuhan tersebut. (*)

RELATED NEWS

‌‌‌
‌‌‌
‌‌‌