Bos Smartfren: Indonesia Lebih Butuh Internet 4G yang Merata daripada 5G!

Minka - Minggu, 01 November 2020 19:18 WIB
ilustrasi undefined

JAKARTA (sijori.id) – Pandemi Covid-19 membuat kesadaran masyarakat akan layanan internet cepat makin melesat. Tidak butuh teknologi 5G, layanan 4G pun dinilai sudah cukup untuk memenuhi ekspetasi masyarakat di saat pandemi.

Deputy CEO PT Smartfren Telecom Tbk. Djoko Tata Ibrahim mengatakan pandemi telah membuktikan bahwa kebutuhan akan akses digital atau internet adalah kebutuhan dasar kehidupan saat ini.

Sayangnya, kata Djoko, masih banyak daerah yang belum mendapatkan layanan akses internet yang memadai. Pemenuhan jaringan 4G selama beberapa tahun ke depan masih lebih penting dibandingkan dengan pengembangan 5G.

“Mereka tidak membutuhkan 5G dan memang 5G bukan sekedar untuk pemenuhan akses internet untuk belajar dari rumah, bekerja dari rumah dan ibadah di rumah,” kata Djoko dikutip dari Bisnis.com, Minggu (01/11/2020).

Oleh sebab itu, sambungnya, Smartfren sepenuhnya mendukung program pemerintah untuk secepat mungkin menyediakan akses internet yang memadai untuk masyarakat dengan memperkuat jaringan 4G.

Adapun 5G, kata Djoko, lebih dibutuhkan untuk menjawab tantangan yang lebih besar seperti pemanfaatan aplikasi secara masif.

Djoko menuturkan saat ini perseroan masih dalam tahap persiapan 5G dengan melakukan refarming frekuensi, perluasan jaringan serat optik dan pengembangan-pengembangan aplikasinya.

“Kita tidak boleh menunggu 5G untuk mengatasi kebutuhan akses internet masa pandemi. Smartfren terus bekerja keras dalam meningkatkan kapasitas dan kualitas layanannya selama pandemi ini,” kata Djoko.

Bagikan

RELATED NEWS