4 Poin MoU BP Batam & Kementerian Investasi

Pratiwi - Kamis, 26 Juni 2025 14:41 WIB
null

JAKARTA (sijori.id) – Ada kabar segar buat Batam! BP Batam dan Kementerian Investasi/Hilirisasi resmi menandatangani Nota Kesepahaman alias MoU demi memperkuat kerja sama dalam pengembangan investasi di Kota Batam.

Yang tanda tangan langsung bukan sembarangan: Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani, dan Kepala BP Batam/Wali Kota Batam Amsakar Achmad.

MoU ini memuat empat poin penting yang jadi pondasi kerja sama:

  • Sinkronisasi dan tukar-menukar data
  • Pengawasan perizinan
  • Pengembangan peluang dan kebijakan investasi
  • Optimalisasi sumber daya lainnya

“Langkah ini bukti komitmen kita untuk menjadikan Batam kota yang ramah investor dan adaptif menghadapi zaman,” kata Amsakar.

Tahun 2024, Batam mencatat angka investasi sebesar Rp43,26 triliun. Ini naik 31,17% dari tahun sebelumnya! Efeknya? Pertumbuhan ekonomi Batam ikut terdongkrak jadi 6,69%, melampaui rata-rata nasional yang ada di 5,03%.

Tapi Amsakar belum puas. Ia bilang, Batam harus tetap gaspol! Karena Batam ditargetkan bantu wujudkan pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8%, sesuai arahan Presiden lewat RPJMN 2025–2029.

“Harapannya, kesepakatan ini jadi dasar kuat agar kebijakan pusat dan daerah makin terintegrasi. Iklim investasi yang nyaman = kesejahteraan untuk semua,” lanjut Amsakar.

Sementara itu, Menteri Rosan kasih apresiasi untuk pencapaian Batam.

“Batam punya peran penting dalam mendorong target investasi nasional. Target kami lima tahun ke depan adalah Rp13.000 triliun, dan di 2025 ditargetkan Rp1.900 triliun. Semangat ini perlu dijaga bareng-bareng!” ucap Rosan.

Rosan juga optimistis, di bawah kepemimpinan Amsakar dan tim BP Batam, kolaborasi ini bakal sukses dan berdampak positif bagi masyarakat. (*)

Editor: Pratiwi
Tags bp batambkpmBagikan

RELATED NEWS

‌‌‌
‌‌‌
‌‌‌