BP Batam dan Galang Bumi Industri Sepakati Pengembangan PSN Wiraraja

sapadaku - Kamis, 29 Oktober 2026 07:52 WIB
null

BATAM (sijori.id) – Badan Pengusahaan (BP) Batam dan PT Galang Bumi Industri menandatangani nota kesepakatan pengembangan Proyek Strategis Nasional (PSN) Kawasan Industri Wiraraja Green Renewable Energy & Smart-Eco Industrial Park, Rabu (28/10/2026). Proyek yang berlokasi di Pulau Galang tersebut ditargetkan memasuki tahap pembangunan awal 2027.

Nota kesepakatan ditandatangani Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan Presiden Direktur PT Galang Bumi Industri Akhmad Ma’ruf Maulana di Marketing Center BP Batam.

Pada tahap pertama, pengembangan kawasan industri ini direncanakan mencakup lahan seluas 150 hektare. Proyek tersebut diarahkan untuk membangun ekosistem industri yang terintegrasi, dengan fokus pada energi terbarukan, hilirisasi sumber daya alam, dan industri teknologi tinggi.

Amsakar mengatakan kerja sama tersebut diharapkan dapat mempercepat realisasi investasi sekaligus memperkuat posisi Batam sebagai tujuan investasi. Dia juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan perizinan untuk mendukung kelancaran pelaksanaan proyek.

“Batam sudah mendapat atensi langsung dari Presiden RI untuk meningkatkan pelayanan perizinan berusaha. Dengan Nota Kesepakatan ini, mari kita sama-sama membangun komitmen untuk mempercepat prosesnya,” ujar Amsakar.

Menurut dia, keterlibatan investor asing yang bekerja sama dengan Wiraraja Group dapat memperluas promosi peluang investasi Batam di pasar internasional.

Investasi Batam Mendekati Target

Amsakar menyebut realisasi investasi Batam hingga Triwulan III 2026 mencapai Rp59,89 triliun, atau sekitar 85,6% dari target tahunan sebesar Rp70 triliun.

Pada periode yang sama, pertumbuhan ekonomi Batam tercatat sebesar 7,28%. Capaian tersebut menjadi salah satu konteks pengembangan investasi baru, terutama pada sektor energi baru dan terbarukan serta industri bernilai tambah.

BP Batam menilai pengembangan PSN Wiraraja berpotensi melengkapi proyek strategis lainnya di Batam, termasuk Rempang Eco City.

“Kami juga yakin PSN Wiraraja ini akan komplementer dengan PSN lainnya, yaitu Rempang Eco City yang dikembangkan di Batam,” kata Amsakar.

BP Batam menyatakan akan mendorong koordinasi dan pelayanan perizinan untuk mendukung pelaksanaan proyek. Namun, realisasi investasi tetap bergantung pada kesiapan pembangunan dan pemenuhan tahapan yang diperlukan.

Fokus Hilirisasi Pasir Silika

Presiden Direktur PT Galang Bumi Industri Akhmad Ma’ruf Maulana mengatakan tahap pertama pembangunan kawasan industri Wiraraja direncanakan dimulai pada awal 2027.

Pengembangan kawasan tersebut mencakup rencana hilirisasi pasir silika dan pengembangan industri semikonduktor. Kedua sektor itu diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah sumber daya alam sekaligus memperkuat rantai industri teknologi tinggi di Indonesia.

Ma’ruf mengatakan proyek tersebut ditargetkan menyerap hingga ribuan tenaga kerja. Meski demikian, jumlah tenaga kerja yang akan terserap akan bergantung pada tahapan dan skala realisasi pembangunan.

“Proyek PSN di Galang ini sudah bisa terealisasi dan dibangun di awal tahun 2027. Harapan kami, BP Batam dapat terus mendukung kerja sama ini agar proses pembangunan berjalan sesuai dengan rencana,” ujarnya.

Selain pembangunan fasilitas industri, PT Galang Bumi Industri berencana membangun infrastruktur pendukung, termasuk jalan. Ma’ruf menyebut infrastruktur tersebut nantinya akan dihibahkan kepada BP Batam.

Melalui pengembangan kawasan ini, perusahaan menargetkan terbentuknya ekosistem industri terintegrasi yang mencakup pengolahan bahan baku hingga industri berteknologi tinggi. Bagi Batam, proyek tersebut diharapkan menambah portofolio investasi sekaligus memperluas basis industri di luar sektor manufaktur yang telah berkembang.

Realisasi target tersebut akan ditentukan oleh kesiapan infrastruktur, kepastian investasi, dan pelaksanaan pembangunan sesuai rencana. (*)

RELATED NEWS

‌‌‌
‌‌‌
‌‌‌