BP Batam Himpun Aspirasi Dunia Usaha Menuju 2026

Pratiwi - Jumat, 03 April 2026 06:14 WIB
null

BATAM (sijori.id) — Badan Pengusahaan (BP) Batam menggelar forum diskusi strategis bertajuk “Mendengar Lebih Dekat, Bergerak Bersama Menuju 2026” di Balairungsari, Kamis (2/4/2026), sebagai upaya menyerap aspirasi pelaku usaha sekaligus merumuskan arah kebijakan ekonomi daerah.

Forum ini mempertemukan unsur pemerintah, asosiasi industri, pelaku usaha, dan tokoh masyarakat dalam satu ruang dialog terbuka untuk membahas tantangan investasi, pertumbuhan ekonomi, serta penguatan daya saing sumber daya manusia (SDM) di tengah tekanan global.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa forum tersebut menjadi bagian dari pendekatan berbasis partisipasi untuk memastikan kebijakan yang diambil lebih responsif terhadap kondisi lapangan. “Kami ingin membangun konstruksi pemikiran bersama antara regulator dan pelaku usaha agar kebijakan yang dihasilkan tepat sasaran,” ujar Amsakar.

Menurutnya, masukan langsung dari dunia usaha penting untuk mengidentifikasi hambatan riil, terutama terkait perizinan, efisiensi birokrasi, dan kepastian investasi. BP Batam, kata dia, berkomitmen menjadikan forum serupa sebagai agenda rutin.

Dari sisi pelaku usaha dan tokoh masyarakat, forum ini juga dimanfaatkan untuk menyampaikan evaluasi terhadap iklim investasi di Batam. Tokoh masyarakat Kepulauan Riau, Asman Abnur, menilai kolaborasi antara BP Batam dan Pemerintah Kota Batam saat ini mampu menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi daerah.

Ia menyoroti sejumlah regulasi pemerintah pusat, seperti Peraturan Pemerintah Nomor 25, 28, 4, dan 47 Tahun 2025, yang dinilai memberikan kerangka baru dalam penyederhanaan perizinan dan penguatan daya tarik investasi. “Harmonisasi kebijakan ini penting karena dapat memangkas rantai birokrasi yang selama ini menjadi perhatian pelaku usaha,” kata Asman.

Secara teknis, penyederhanaan perizinan melalui regulasi tersebut berpotensi mempercepat proses investasi, terutama pada sektor industri manufaktur dan logistik yang menjadi tulang punggung ekonomi Batam. Dengan berkurangnya waktu tunggu perizinan, biaya operasional investor juga dapat ditekan.

Sejumlah pelaku usaha yang hadir, antara lain Kris Wiluan, Abidin Hasibuan, Doly, Harry Feri Manik, Peter Vincent, dan Saptana Tri Prasetiawan, menyatakan dukungan terhadap langkah BP Batam dalam memperkuat koordinasi lintas sektor. Mereka menilai integrasi kepemimpinan antara BP Batam dan Pemerintah Kota Batam menjadi faktor kunci dalam menciptakan iklim usaha yang lebih kondusif.

Batam sendiri merupakan salah satu kawasan industri strategis nasional yang berdekatan dengan Singapura dan Malaysia. Dalam beberapa tahun terakhir, daya saing kawasan ini sangat dipengaruhi oleh efisiensi regulasi, kesiapan infrastruktur, serta kualitas tenaga kerja lokal.

Amsakar menambahkan, dukungan dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), dunia usaha, dan masyarakat menjadi modal utama dalam mendorong akselerasi pembangunan ekonomi Batam ke depan. “Kami optimistis, dengan kolaborasi yang kuat, pertumbuhan ekonomi dan realisasi investasi Batam dapat terus meningkat,” ujarnya. (*)

Editor: Pratiwi

RELATED NEWS