BPPT Bersama Perum BULOG Ciptakan Inovasi Mie Instan Sagu Pertama di Indonesia

Minka - Jumat, 23 Oktober 2020 23:11 WIB
Sagu undefined

JAKARTA (sijori.id) -- BPPT hadirkan inovasi teknologi pangan olahan sagu berupa mie, dengan nama Sago Mee. Inovasi ini memberdayakan sumberdaya pangan lokal tanaman sagu yang melimpah, untuk diolah agar dapat memberikan nilai tambah dalam rangka mewujudkan ketahanan dan kedaulatan pangan di Indonesia.

Kepala BPPT Hammam Riza mengungkapkan Sago Mee adalah implementasi dan hilirisasi dari teknologi yang dikembangkan oleh BPPT, khususnya dibidang pangan. Dimana setiap inovasi teknologi yang dikembangkan, diharapkan dapat memberikan kemanfaatan bagi masyarakat Indonesia.

“Luas lahan sagu Indonesia sebesar 5,43 Juta Ha merupakan yang terbesar di dunia. Kemudian konsumsi mie instan kita juga mencapai 12,6 miliar bungkus per tahun, hanya kalah dari Tiongkok. Dari dua potensi ini lah BPPT menghadirkan Sago Mee untuk memberikan nilai tambah dari komoditas sagu,” terang Hammam dalam acara Pekan Sagu Nasional 2020 yang digelar di Kemenko Perekonomian, Selasa (20/10).

Dirinya menambahkan mie instan yang beredar saat ini masih menggunakan terigu gandum impor, data tahun 2019 impor terigu gandum sebesar 11,3 juta ton.

“Sago Mee yang berbahan baku dari sagu ini dapat mengurangi ketergantungan impor bahan baku mie. Inovasi pangan ini juga turut menghela pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya daerah penghasil sagu, seperti Papua dan Papua Barat,” ujarnya.

Kepala BPPT mengapresiasi peran pemerintah dan industri dalam hilirisasi teknologi. Inovasi Sago Mee hasil perekayasa di BPPT dialih teknologikan kepada PT Bangka Asindo Agri untuk diperbanyak dalam skala industri. Kemudian, bekerjasama dengan Perum Bulog untuk melakukan hilirisasi kepada masyarakat untuk memperkuat ketahanan pangan Indonesia.

“Sago Mee merupakan wujud nyata dari ekosistem inovasi, bersama-sama dengan seluruh stakeholders mengawal inovasi teknologi, yang memberikan nilai tambah suatu komoditas, sampai kepada masyarakat,” kata Hammam.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengatakan Bulog berperan sebagai promotor dan fasilitator produk Sago Mee beserta olahan sagu lainnya untuk mendukung program diversifikasi pangan demi terwujudnya ketahanan pangan di Indonesia.

“Dengan kekuatan pada jaringan hilir yang dikuasai Bulog, diperkuat jaringan penjualan penugasan PSO, serta jaringan komersial, akan mempermudah kami dalam melakukan penyebaran Sago Mee ke seluruh Indonesia,” terangnya

Sementara itu, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengapresiasi kerjasama yang terjalin antara BPPT, Perum Bulog, dan Industri dalam menghadirkan inovasi Sago Mee, Dirinya berpesan untuk melanjutkan program pangan sehat lainnya, khususnya sagu untuk mendukung program ketahanan pangan nasional.

“Komoditas sagu sudah dimasukkan dalam RPJMN 2020-2024. Pemerintah memandang sagu sebagai bagian yang penting dan strategis bagi ketahanan pangan nasional, terutama menghadapi krisis pangan yang diprediksi oleh FAO,” terang Menteri Agus.

Dalam rangka komitmen penguatan pangan sagu pada acara Pekan Sagu Nasional ini, juga dilakukan penandatanganan MoU antara Bulog dengan BPPT mengenai komitmen pengembangan dan penerapan teknologi untuk pengelolaan pangan lokal.

Bagikan

RELATED NEWS