BRI Dorong UMKM Naik Kelas, Kredit Capai Rp1.211 Triliun per Maret 2026
JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus memperluas kontribusinya dalam mengembangkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) secara berkelanjutan. Sebagai bagian dari Danantara Indonesia, BRI menjalankan berbagai inisiatif pemberdayaan untuk memperkuat perekonomian nasional, sekaligus menciptakan manfaat sosial yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Upaya tersebut turut diwujudkan melalui penyaluran pembiayaan kepada sektor UMKM secara konsisten. Sampai dengan akhir kuartal I 2026, total portofolio kredit UMKM BRI mencapai sekitar Rp1.211 triliun, sekaligus menempatkan BRI sebagai bank dengan portofolio kredit UMKM terbesar di Indonesia. Tidak hanya menyediakan akses pembiayaan, BRI juga memberikan pendampingan agar pelaku UMKM mampu meningkatkan produktivitas, memperluas jangkauan pasar, mengembangkan usaha, dan tumbuh secara berkelanjutan.

Selain pembiayaan, berbagai program pemberdayaan terus dioptimalkan sebagai bagian dari strategi BRI dalam mendorong ekonomi kerakyatan sekaligus mendukung agenda Danantara untuk membangun pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
BACA JUGA: BRI Peduli Perluas Dukungan UMKM Desa Brilian melalui Pendampingan Usaha
Hingga Juni 2026, program Desa BRILiaN telah menjangkau lebih dari 5 ribu desa di seluruh Indonesia sebagai upaya memperkuat ekonomi desa. Selain itu, melalui program KlasterkuHidupku, BRI telah mengembangkan lebih dari 43.337 klaster usaha guna membangun ekosistem usaha produktif berbasis komunitas.
Di sisi digital, BRI menghadirkan platform LinkUMKM sebagai ruang kolaborasi yang mempertemukan pelaku UMKM dengan pasar, mitra bisnis, serta berbagai layanan keuangan. Hingga Juni 2026, platform tersebut telah dimanfaatkan oleh lebih dari 17,3 juta pelaku UMKM untuk memperluas akses pasar, meningkatkan kapasitas usaha, serta mempercepat pengembangan bisnis menuju usaha yang lebih produktif dan berdaya saing.
Sementara itu, penguatan kapasitas pelaku usaha juga dilakukan melalui 54 Rumah BUMN yang tersebar di berbagai daerah. Melalui fasilitas tersebut, BRI telah menyelenggarakan lebih dari 18 ribu pelatihan, dengan jumlah UMKM terdaftar mencapai 596 ribu, sebagai bagian dari komitmen meningkatkan daya saing UMKM di berbagai sektor.
Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya mengatakan bahwa berbagai program pemberdayaan tersebut merupakan wujud komitmen BRI dalam mendukung Danantara dalam menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan dan inklusif.
"Di bawah supervisi Danantara Indonesia, BRI terus menjalankan peran strategisnya dalam mengakselerasi perekonomian nasional melalui penyaluran pembiayaan ke sektor-sektor produktif, khususnya UMKM. Kami meyakini bahwa pemberdayaan merupakan kunci agar pelaku usaha tidak hanya memiliki akses terhadap pembiayaan, tetapi juga mampu meningkatkan kapasitas, memperluas pasar, naik kelas, dan memberikan kontribusi yang semakin besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional," ujar Akhmad.
Melalui pendekatan yang terintegrasi antara pemberdayaan dan pembiayaan, BRI terus memperkuat ekosistem UMKM yang tangguh dan berdaya saing. Langkah ini sejalan dengan komitmen Danantara dalam menghadirkan investasi yang berdampak (impact investment) serta mendorong terciptanya nilai tambah ekonomi dan sosial yang berkelanjutan bagi Indonesia
Tulisan ini telah tayang di kabarsiger.com oleh Redaksi pada 12 Agt 2026
