Cara Mengatasi Cincin di Kloset WC
(sijori.id) - Munculnya cincin atau noda melingkar di mangkuk kloset kerap dianggap sebagai tanda kamar mandi yang kurang bersih. Namun, penyebabnya tidak selalu berkaitan langsung dengan kebiasaan membersihkan. Faktor kualitas air hingga kondisi lingkungan kamar mandi sering menjadi pemicu utama noda membandel tersebut.
Salah satu penyebab paling umum adalah air keras (hard water). Air jenis ini mengandung mineral seperti kalsium dan magnesium dalam kadar tinggi. Saat air menguap, mineral tersebut tertinggal dan mengendap di permukaan kloset, terutama di garis air. Selain itu, kandungan besi dalam air dapat memicu noda berwarna kecokelatan menyerupai karat.
Masalah lain berasal dari jamur, lumut, dan bakteri yang tumbuh akibat lingkungan lembap dan sirkulasi udara yang buruk. Jamur dan lumut dapat meninggalkan noda hitam, hijau, atau cokelat, sementara bakteri Serratia marcescens kerap memunculkan cincin berwarna merah muda atau kemerahan. Bakteri ini umum ditemukan di area basah seperti kloset, bak mandi, dan shower, serta berisiko bagi ibu hamil dan orang dengan daya tahan tubuh rendah.
Cara Menghilangkan Cincin di Kloset
Membersihkan kloset secara rutin, setidaknya seminggu sekali, menjadi langkah utama mencegah noda menetap. Untuk noda akibat air keras, campuran cuka dan soda kue cukup efektif. Taburkan satu cangkir soda kue di sekeliling mangkuk kloset dan bawah bibir kloset, lalu tambahkan satu cangkir cuka. Biarkan bereaksi selama 15–30 menit sebelum disikat dan disiram.
Jika noda masih membandel, asam sitrat dapat digunakan dengan cara digosokkan pada area bernoda dan didiamkan hingga satu jam sebelum disiram.
Sementara itu, untuk noda akibat jamur dan lumut, pembersih kloset komersial atau cairan pemutih dapat menjadi pilihan. Oleskan sesuai petunjuk, diamkan beberapa saat, lalu sikat hingga bersih. Saat membersihkan, gunakan sarung tangan rumah tangga dan hindari mencampur berbagai bahan pembersih karena dapat menghasilkan gas berbahaya.
Langkah Pencegahan Agar Noda Tidak Kembali
Beberapa kebiasaan sederhana dapat membantu mencegah munculnya cincin di kloset. Menyiram kloset secara rutin, termasuk di kamar mandi yang jarang digunakan, dapat mencegah air tergenang terlalu lama dan mengurangi endapan mineral serta pertumbuhan bakteri.
Bagi rumah dengan masalah air keras, pemasangan water softener bisa menjadi solusi jangka panjang. Alternatif lain adalah menggunakan tablet perawatan air di tangki kloset, meski tetap perlu dibarengi dengan pembersihan rutin.
Ventilasi juga memegang peran penting. Sirkulasi udara yang baik melalui exhaust fan atau jendela membantu menurunkan kelembapan dan menghambat pertumbuhan jamur. Selain itu, merendam mangkuk kloset dengan cuka selama satu jam secara berkala dapat membantu mencegah noda terbentuk.
Pada musim panas, frekuensi pembersihan sebaiknya ditingkatkan karena kelembapan udara yang lebih tinggi cenderung mempercepat pertumbuhan jamur dan bakteri. Tak kalah penting, membersihkan tangki kloset satu hingga dua kali setahun dapat mengurangi penumpukan karat dan jamur yang berkontribusi pada munculnya noda di mangkuk kloset. (*)
