Catatan BPS tentang Pengangguran Terbuka
(sijori.id) - Melansir data Badan Pusat Statistik (BPS) yang diterbitkan pada 11 Januari 2023 berjudul “Tingkat Pengangguran Terbuka Berdasarkan Tingkat Pendidikan 2020-2022”, lulusan Diploma I/II/III dan universitas memiliki persentase pengangguran di bawah 5% pada tahun 2022. Secara lebih rinci, lulusan Diploma I/II/III memiliki persentase tingkat pengangguran sebesar 4,59% dan lulusan universitas sebesar 4,8%.
Nilai itu jauh lebih rendah dua kali lipat dari lulusan SMK dengan persentase tingkat pengangguran sebesar 9,42%. Juga lebih rendah dari yang lulusan SMA dengan persentase tingkat pengangguran sebesar 8,57%. Lulusan SMA dan SMK dalam tiga tahun terakhir (2020-2022) menjadi yang terbesar dalam kontribusinya menyumbangkan pengangguran di Indonesia.
Bahkan tercatat lulusan SMK memiliki persentase tingkat pengangguran terbuka paling besar pada 2020 dengan mencatatkan persentase sebesar 13,55%. Kemudian Di bawahnya masih di tahun yang sama, lulusan SMA menjadi penyumbang pengangguran terbuka terbesar kedua yakni sebesar 9,86%.
Selain itu, lulusan SMP juga memiliki persentase tingkat pengangguran lebih tinggi dari lulusan diploma dan universitas yakni sebesar 5,95%.
Dari angka tersebut, dapat diketahui semua tingkat pendidikan dari SMP hingga universitas memiliki kesempatan untuk menjadi pengangguran. Namun, dapat dilihat pendidikan yang tinggi akan memperkecil potensi menjadi pengangguran.
Jadi masih menganggap pendidikan tidak penting? (*)
