China Datangkan Mantan Pilot Jet Tempur dari Inggris
LONDON (sijori.id) - China dilaporkan telah merekrut lusinan mantan pilot militer Inggris untuk mengajari angkatan bersenjata mereka cara mengalahkan pesawat tempur dan helikopter barat. Situasi yang oleh sejumlah digambarkan sebagai pelanggaran keamanan yang menakjubkan.
Seorang pejabat Inggris dikutip Sky News mengatakan sekitar 30 mantan pilot jet tempur dan beberapa pilot helikopter terpikat oleh gaji tahunan sekitar £ 240.000 atau sekitar Rp4,2 miliar (kurs Rp17.500). Mereka saat ini sedang melatih pilot China.
Beijing secara aktif berusaha untuk mempekerjakan lebih banyak lagi mantan pilot militer dan spesialis lainnya dari Angkatan Udara, Angkatan Laut dan Angkatan Darat Inggris serta personel dari negara-negara barat lainnya.
Situasinya disebut sangat buruk dan Badan Intelijen Pertahanan Kementerian Pertahanan Inggris pada Senin 17 Oktober 2022 mengeluarkan peringatan ancaman guna memperingatkan personel dan mantan personel militer mereka terhadap pendekatan semacam itu.
China menggunakan pihak ketiga untuk menargetkan personel. Salah satunya yang berbasis di Afrika Selatan. Pejabat itu menyebut perusahaan itu sebagai Akademi Terbang Uji Afrika Selatan. Tetapi sebenarnya mereka tidak ada hubungannya dengan pemerintah Afrika Selatan.
Pejabat barat mengatakan skema perekrutan menimbulkan ancaman bagi Inggris dan kepentingan Barat. Semua mantan personel militer Inggris, yang telah melatih pilot militer China hampir pasti meningkatkan pengetahuan dan kemampuan militer negara tersebut.
Terlepas dari potensi bahaya bagi keamanan nasional, Inggris tampaknya tidak berdaya untuk menghentikan skema perekrutan atau memaksa mantan personel militer yang telah menerima pekerjaan di China untuk kembali ke negara asalnya. Pejabat itu mengatakan orang-orang itu melanggar Undang-Undang Rahasia negara.
Tetapi Kementerian Pertahanan mengatakan sedang bekerja untuk membuat lebih sulit bagi China untuk memburu bakat militer Inggris.
"Kami mengambil langkah-langkah untuk mencegah pilot dan mantan pilot, dan kami ingin menghindari persepsi apa pun oleh China bahwa keheningan kami sebelumnya tentang masalah ini disalahartikan sebagai penerimaan atau persetujuan kami atas kegiatan ini," kata pejabat barat yang dikutip Sky News Selasa 18 Oktober 2022.
Sejak pandemi Covid-19
Lonjakan rekrutmen tersebut sudah teridentifikasi sejak sekitar akhir tahun 2019 saat dimulainya lockdown COVID. Para pejabat tidak dapat segera mengatakan jumlah total mantan personel militer Inggris yang pernah dipekerjakan Cina.
Mereka juga tidak dapat memberikan angka berapa banyak personel saat ini dan mantan personel yang secara aktif menjadi sasaran saat ini. Tetapi yang pasti jumlahnya tidak sedikit.
Tidak ada identitas yang diberikan dari mantan pilot militer Inggris yang sudah bekerja di China. Tetapi para pejabat mengatakan beberapa dari mereka berusia di atas 50-an tahun dan telah meninggalkan militer beberapa tahun yang lalu.
China disebut sedang mencari pilot dengan pengalaman panjang menerbangkan pesawat tempur Inggris dan NATO lainnya, termasuk jet tempur Typhoon, Tornado dan Harrier. Tentu saja tidak untuk melatih pilot China dengan jet Barat, tetapi untuk membantu mengembangkan taktik dan kemampuan angkatan udara militer China. Ini juga termasuk helikopter militer Inggris seperti Wildcat dan Merlin.
China juga diyakini sedang berusaha untuk merekrut mantan pilot yang pernah berlatih dengan jet tempur F-35. Tetapi pejabat Inggris menyebut upaya itu belum berhasil.
Dalam upaya untuk mempersulit China untuk menarik lebih banyak pilot, Kementerian Pertahanan Inggris mengatakan upaya sedang dilakukan untuk memperketat undang-undang keamanan dan kontrak kerja.
Francis Tusa, analis pertahanan mengatakan kabar ini sangat mengejutkan. Secara jujur dia menatakan China adalah musuh. Dan mengajari mengajari musuh untuk bisa mengalahkan Inggris adalah sangat menakutkan.
“Dengan demikian, kami memiliki rakyat Inggris yang telah memutuskan kepentingan mereka lebih baik dengan mengajari musuh kami cara mengalahkan kami. Ini sangat menakutkan," katanya pada Sky News
Pengungkapan itu muncul ketika undang-undang baru sedang diperkenalkan ke parlemen pada hari Selasa untuk memperkuat pengawasan Inggris terhadap individu dan perusahaan yang bekerja untuk negara-negara yang bermusuhan. Atau entitas asing yang mencoba mempengaruhi politik dalam negeri.
Kepala MI5 mengatakan Inggris berada dalam kontes strategis dengan negara-negara yang berusaha untuk merusak keamanan nasional mereka. Inggris disebut membutuhkan alat dan kekuatan baru yang modern untuk mempertahankan diri secara proporsional tapi tegas. (*)
