China Uji Mesin Hipersonik Baru, Tantang Dominasi Barat
CHINA (sijori.id) – China memperkenalkan terobosan baru di bidang teknologi dirgantara melalui pengembangan mesin berbasis udara (air-breathing engine) yang diklaim mampu menggantikan sistem turbin-ramjet konvensional. Inovasi ini berpotensi mengubah cara pesawat tempur dan rudal mencapai kecepatan hipersonik.
Mesin yang disebut contra-rotary ramjet tersebut dikembangkan oleh tim peneliti dari Chinese Academy of Sciences (CAS). Proyek ini dipimpin oleh Xu Jianzhong, akademisi CAS yang memiliki keahlian di bidang termofisika teknik.
Integrasi Sistem untuk Kecepatan Ekstrem
Berbeda dari teknologi konvensional, mesin ini dirancang mampu beroperasi secara kontinu dari kondisi diam hingga melampaui kecepatan Mach 6. Selama ini, sistem propulsi hipersonik umumnya mengandalkan dua mesin berbeda: turbin untuk kecepatan hingga Mach 3 dan ramjet untuk kecepatan lebih tinggi.
Pendekatan sistem ganda tersebut dinilai kompleks, berat, serta memiliki risiko operasional, terutama saat terjadi transisi antar mode. Ketidakstabilan aliran udara dan proses pembakaran pada fase ini menjadi tantangan utama dalam penerbangan kecepatan tinggi.
Untuk mengatasi hal tersebut, tim peneliti memperkenalkan desain kompresor dengan dua set bilah yang berputar berlawanan arah (contra-rotary). Konsep ini memungkinkan mesin bekerja stabil di seluruh fase penerbangan tanpa perlu berpindah sistem propulsi.
Validasi Eksperimental dan Tahap Pengembangan
Menurut pernyataan resmi tim, prototipe mesin telah berhasil diselesaikan dan diuji secara eksperimental setelah lebih dari 30 tahun penelitian. Meski masih dalam tahap pengembangan lanjutan, teknologi ini disebut berpotensi meningkatkan kapabilitas militer dan dirgantara secara signifikan.
Langkah berikutnya mencakup adaptasi mesin untuk berbagai jenis pesawat serta pengujian dalam kondisi penerbangan nyata.
Dalam pernyataannya kepada China Science Daily pada Maret 2026, Xu menyebut pengembangan mesin dengan prinsip baru sebagai langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan pada teknologi Barat, bahkan berpotensi melampauinya.
Inovasi Teknis: Lebih Ringan dan Stabil
Secara teknis, inovasi utama terletak pada sistem kompresor berputar berlawanan yang menjaga kecepatan relatif tetap tinggi, sekaligus menurunkan kecepatan rotasi absolut. Hal ini berdampak pada berkurangnya gaya sentrifugal pada bilah dan cakram mesin, sehingga meningkatkan efisiensi dan keandalan.
Selain itu, desain ini juga memanfaatkan gelombang kejut (shock waves) sebagai bagian dari proses kompresi—berlawanan dengan pendekatan konvensional yang berupaya meminimalkannya. Dampaknya, struktur mesin menjadi lebih ringkas karena tidak memerlukan banyak tahap kompresi tambahan.
Laporan South China Morning Post menyebutkan bahwa teknologi ini memungkinkan fungsi mesin berjalan dari fase lepas landas hingga kecepatan hipersonik tanpa pergantian mode, sekaligus mengurangi bobot dan kompleksitas sistem.
Dampak Strategis dan Kompetisi Global
Pengembangan mesin ini terjadi di tengah meningkatnya persaingan global dalam teknologi hipersonik. Di Amerika Serikat, perusahaan seperti GE Aerospace dan Lockheed Martin tengah menguji teknologi rotating detonation ramjet yang berfokus pada efisiensi pembakaran.
Jika berhasil diimplementasikan secara operasional, mesin contra-rotary ramjet berpotensi mengurangi bobot mesin pada rudal hipersonik, sekaligus meningkatkan jangkauan, kapasitas muatan, dan kemampuan manuver.
Meski demikian, para ahli menilai pengujian lanjutan dalam kondisi nyata menjadi kunci untuk memastikan kesiapan teknologi ini sebelum digunakan secara luas di sektor militer maupun komersial. (*)
