China Uji Pembangkit Listrik Angin Terbang

Pratiwi - Jumat, 16 Januari 2026 10:50 WIB
null

YIBIN (sijori.id)– Perusahaan energi berbasis di Beijing melangkah jauh menuju komersialisasi pembangkit listrik angin udara. Uji terbang perdana sekaligus penyaluran listrik ke jaringan (on-grid) berhasil dilakukan di Yibin, Provinsi Sichuan, China barat daya.

Dalam pengujian pada Minggu (13/1), platform angin melayang itu naik hingga 2.000 meter di atas permukaan tanah dan berhasil menyalurkan 385 kilowatt-hour (kWh) listrik ke jaringan setempat. Media pemerintah China, Global Times, menyebut uji ini sebagai demonstrasi nyata pertama pembangkitan listrik sistem S2000 Floating Airborne Wind Energy System (SAWES).

Pengembangnya, Beijing Linyi Yunchuan Energy Technology, menyatakan S2000 merupakan sistem pembangkit angin udara kelas megawatt pertama di dunia yang dirancang untuk beroperasi di sekitar kawasan perkotaan.

Secara visual, platform ini menyerupai kapal udara futuristik, dengan balon besar berisi helium dan struktur pembangkit terintegrasi. Dimensinya mencapai 60 meter panjang, 40 meter lebar, dan 40 meter tinggi. Saat uji di Yibin, sistem membutuhkan sekitar 30 menit untuk mencapai ketinggian target, lalu melayang stabil sambil menghasilkan listrik—tahap krusial menuju operasi komersial.

Teknologi ini memanfaatkan angin lapisan atas yang lebih kuat dan stabil dibanding angin dekat permukaan tanah. Unit pembangkit diangkat oleh balon helium, sementara listrik yang dihasilkan dikirim ke darat melalui kabel penambat, yang sekaligus menjaga posisi dan stabilitas platform.

Menurut CTO Linyi Yunchuan, Weng Hanke, teknologi ini dibidik untuk dua kebutuhan utama. Pertama, wilayah terpencil atau off-grid seperti pos perbatasan sebagai sumber energi relatif stabil. Kedua, pelengkap pembangkit angin darat, membentuk pasokan energi tiga dimensi.

Untuk meningkatkan efisiensi, S2000 mengusung desain saluran (ducted design) yang memusatkan aliran angin sebelum mengenai turbin. Desain ini memanfaatkan fakta bahwa energi angin meningkat seiring kubik kecepatan angin, sehingga kenaikan kecil di ketinggian bisa berlipat ganda pada output listrik. Total terdapat 12 turbin yang terpasang, dengan daya terpasang maksimum hingga 3 megawatt.

Perusahaan telah memulai produksi skala kecil dan menandatangani nota minat dengan sejumlah kota pesisir serta wilayah dataran tinggi. Basis produksi material selubung berperforma tinggi juga tengah dibangun di Zhoushan, Zhejiang, ditargetkan beroperasi penuh pada 2026.

Meski dinilai sebagai terobosan energi bersih, para ahli mengingatkan teknologi ini masih pada tahap awal. Stabilitas jangka panjang, keselamatan, dan efisiensi biaya masih perlu pembuktian sebelum benar-benar siap digunakan secara luas. (*)

RELATED NEWS