Daftar 10 Negara dengan Ekonomi Terbesar di Dunia 2026

Pratiwi - Sabtu, 16 Mei 2026 07:05 WIB
null

(sijori.id) - Amerika Serikat diproyeksikan tetap menjadi negara dengan ekonomi terbesar di dunia pada 2026 dengan nilai produk domestik bruto (PDB) mencapai US$32,1 triliun. Proyeksi tersebut berdasarkan laporan terbaru Focus Economics yang dirilis Rabu.

Dominasi ekonomi AS ditopang sektor teknologi, keuangan, layanan kesehatan, hingga manufaktur berteknologi tinggi. Pertumbuhan kecerdasan buatan (AI), inovasi kesehatan, dan industri bernilai tinggi turut memperlebar jarak AS dibanding negara ekonomi besar lainnya dalam beberapa tahun terakhir.

Berikut daftar 10 negara dengan ekonomi terbesar di dunia pada 2026 berdasarkan estimasi PDB nominal:

1. Amerika Serikat — US$32,1 triliun

Amerika Serikat masih menjadi ekonomi terbesar dunia dengan kontribusi lebih dari seperempat output global. Perekonomiannya ditopang sektor yang beragam, mulai dari teknologi di Silicon Valley hingga pusat keuangan Wall Street.

AS juga memimpin pengembangan AI, bioteknologi, perangkat lunak, dan industri kesehatan global.

2. China — US$20,2 triliun

China berada di posisi kedua sebagai ekonomi terbesar dunia. Pertumbuhan ekonominya didorong sektor manufaktur, ekspor, dan produksi industri berskala besar.

Negara ini masih menjadi produsen utama elektronik, mesin, dan tekstil dunia. Namun, China menghadapi tantangan berupa penurunan populasi dan tingginya tingkat utang.

3. Jerman — US$5,4 triliun

Jerman mempertahankan status sebagai ekonomi terbesar di Eropa. Kekuatan utamanya berasal dari industri manufaktur dan jaringan perusahaan menengah atau Mittelstand yang menopang ekspor negara tersebut.

4. India — US$4,5 triliun

India terus mencatat pertumbuhan ekonomi pesat yang didorong sektor jasa dan teknologi informasi. Dalam satu dekade terakhir, ekonomi India meningkat lebih dari dua kali lipat.

Populasi usia muda dan meningkatnya permintaan domestik menjadi faktor utama pertumbuhan negara tersebut.

5. Jepang — US$4,4 triliun

Jepang tetap menjadi kekuatan besar di sektor manufaktur global, khususnya robotika, otomotif, dan elektronik.

Meski demikian, pertumbuhan jangka panjang Jepang masih terhambat oleh populasi menua dan stagnasi ekonomi struktural.

6. Inggris — US$4,2 triliun

Inggris mengandalkan ekonomi berbasis jasa dengan sektor unggulan seperti keuangan, asuransi, dan properti. Kota London tetap menjadi salah satu pusat keuangan terbesar dunia.

7. Prancis — US$3,6 triliun

Prancis memiliki ekonomi yang beragam dengan kekuatan di sektor barang mewah, dirgantara, pertanian, dan manufaktur.

Perusahaan global seperti Airbus dan LVMH menjadi motor penting ekonomi negara tersebut.

8. Italia — US$2,7 triliun

Italia menggabungkan sektor jasa yang kuat dengan industri manufaktur, terutama di bidang fesyen, mesin, dan otomotif.

Aktivitas industri di wilayah utara Italia menjadi pusat pertumbuhan ekonomi negara tersebut.

9. Rusia — US$2,5 triliun

Ekonomi Rusia masih sangat bergantung pada ekspor minyak dan gas. Pendapatan energi tetap menjadi penopang utama di tengah sanksi internasional dan tekanan geopolitik.

10. Kanada — US$2,4 triliun

Kanada menutup daftar 10 besar ekonomi dunia dengan dukungan sektor sumber daya alam seperti minyak, kehutanan, dan pertambangan.

Selain itu, sektor jasa dan keuangan juga menjadi kontributor utama ekonomi Kanada.

Para ekonom menilai arah ekonomi global ke depan akan semakin dipengaruhi perkembangan teknologi, perubahan demografi, transisi energi, dan dinamika geopolitik. Faktor-faktor tersebut diperkirakan turut menentukan perubahan peta kekuatan ekonomi dunia dalam beberapa tahun mendatang. (*)

Editor: Pratiwi
Tags PDB GlobalBagikan

RELATED NEWS