Daftar Maskapai dengan Armada Terbesar Dunia 2026

Pratiwi - Selasa, 06 Januari 2026 16:22 WIB
null

Industri penerbangan komersial global terus tumbuh dalam beberapa tahun terakhir. Kemajuan teknologi pesawat, efisiensi operasional, serta tingginya permintaan penumpang membuat maskapai mampu mengelola armada dalam skala besar.

Armada kini bukan sekadar jumlah pesawat. Komposisinya mencerminkan strategi bisnis, jangkauan pasar, hingga kemampuan maskapai beradaptasi dengan tren perjalanan global. Hingga Desember 2025, maskapai dengan armada terbesar didominasi perusahaan asal Amerika Serikat, China, Eropa, dan Timur Tengah.

Berdasarkan laporan Aerospace Global News, United Airlines menempati posisi teratas dengan 1.058 pesawat. Maskapai berbasis di Chicago ini melayani lebih dari 370 destinasi di seluruh dunia. Armada United didominasi pesawat berbadan sempit Boeing 737 dan Airbus A320, sementara rute jarak jauh sepenuhnya mengandalkan Boeing 767, 777, dan 787 Dreamliner.

Di posisi kedua ada American Airlines dengan 1.013 pesawat. Maskapai asal Texas ini melayani hampir 350 destinasi global, mengombinasikan armada Airbus A320 series dan Boeing 737 untuk rute domestik, serta Boeing 777 dan 787 untuk penerbangan jarak jauh.

Peringkat ketiga ditempati Delta Air Lines dengan 989 pesawat. Berbasis di Atlanta, Delta dikenal sebagai maskapai dengan pendapatan terbesar di dunia. Berbeda dari pesaingnya, Delta mengandalkan Airbus untuk armada widebody, seperti A330 dan A350, demi efisiensi operasional jarak jauh.

Maskapai berbiaya rendah Southwest Airlines berada di posisi keempat dengan 810 pesawat, seluruhnya dari keluarga Boeing 737. Strategi satu jenis pesawat membuat biaya operasional lebih efisien dan fleksibel untuk rute domestik jarak pendek.

Dari Asia, China Southern Airlines menjadi maskapai terbesar China dengan 708 pesawat, disusul China Eastern Airlines (679 pesawat) dan Air China (531 pesawat). Ketiganya mengombinasikan pesawat Airbus, Boeing, serta produksi dalam negeri China seperti COMAC C919 dan ARJ21.

Daftar sepuluh besar juga diisi SkyWest Airlines (600 pesawat) sebagai operator regional AS, Turkish Airlines (399 pesawat) dengan jaringan negara terbanyak di dunia, serta Ryanair (349 pesawat) yang menjadi maskapai terbesar Eropa dari sisi jumlah penumpang.

Tren global menunjukkan dominasi pesawat berbadan sempit untuk rute jarak pendek, sementara armada widebody terus dimodernisasi dengan model hemat bahan bakar seperti Boeing 787 dan Airbus A350. Maskapai China juga kian agresif memasukkan pesawat produksi domestik ke dalam armada mereka.

Ke depan, ukuran dan komposisi armada akan tetap menjadi indikator penting daya saing maskapai dunia, mencerminkan kekuatan operasional sekaligus strategi menghadapi dinamika pasar penerbangan global. (*)

RELATED NEWS