Daftar Negara Pengguna Air Tawar Terbesar di Dunia
(sijori.id) - Penggunaan air tawar global ternyata sebagian besar bukan berasal dari kebutuhan rumah tangga. Air lebih banyak dimanfaatkan untuk sektor pertanian, industri, hingga pendingin pembangkit listrik.
Data terbaru dari FAO AQUASTAT, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dan Bank Dunia menunjukkan daftar negara dengan penarikan air tawar tahunan terbesar per kapita di dunia. Hasilnya cukup mengejutkan karena negara-negara dengan populasi relatif kecil justru menempati posisi teratas.
Turkmenistan berada di peringkat pertama dengan penggunaan air tawar mencapai 128.228 kaki kubik per orang per tahun. Angka tersebut jauh melampaui negara lain di dunia.
Tingginya konsumsi air di negara Asia Tengah itu dipicu oleh sistem irigasi skala besar untuk mendukung produksi kapas di wilayah gurun yang sangat kering. Sebagian besar jaringan kanal tersebut dibangun sejak era Uni Soviet dengan mengalihkan aliran Sungai Amu Darya ke lahan pertanian.
Pengalihan air dalam skala besar itu juga disebut menjadi salah satu faktor utama menyusutnya Laut Aral, yang kini dikenal sebagai salah satu bencana lingkungan terbesar di dunia.
Di posisi kedua terdapat Montenegro dengan penggunaan air tawar sebesar 125.155 kaki kubik per kapita. Meski memiliki populasi kecil, kebutuhan air untuk sektor tertentu membuat rasio penggunaan per orang menjadi sangat tinggi.
Selandia Baru berada di posisi ketiga dengan 68.652 kaki kubik per orang, disusul Guyana sebesar 61.907 kaki kubik. Sementara Amerika Serikat menempati posisi kelima dengan angka 46.969 kaki kubik per kapita.
Berikut daftar negara dengan penggunaan air tawar terbesar per kapita di dunia:
- Turkmenistan – 128.228 kaki kubik
- Montenegro – 125.155 kaki kubik
- Selandia Baru – 68.652 kaki kubik
- Guyana – 61.907 kaki kubik
- Amerika Serikat – 46.969 kaki kubik
- Uruguay – 46.969 kaki kubik
- Azerbaijan – 45.379 kaki kubik
- Kazakhstan – 44.002 kaki kubik
- Uzbekistan – 43.366 kaki kubik
- Makedonia Utara – 41.848 kaki kubik
Secara global, sektor pertanian menyumbang sekitar 70 persen penggunaan air tawar dunia. Hal itu menjelaskan mengapa banyak negara dalam daftar berasal dari kawasan kering atau semi-kering yang membutuhkan sistem irigasi besar untuk produksi pangan dan komoditas pertanian.
Selain pertanian, sektor industri juga menjadi faktor utama tingginya penggunaan air di sejumlah negara maju. Di Amerika Serikat, Kanada, dan Estonia misalnya, kebutuhan air banyak digunakan untuk proses industri dan pendinginan pembangkit listrik.
Meski sebagian air pendingin tersebut kembali ke sungai atau danau, proses pengambilannya tetap memberikan tekanan terhadap sistem sumber daya air lokal.
Faktor jumlah penduduk juga sangat memengaruhi rasio penggunaan air per kapita. Negara dengan populasi kecil bisa mencatat angka tinggi ketika penggunaan air industri atau irigasi dibagi ke jumlah penduduk yang sedikit.
Di sisi lain, meningkatnya kebutuhan air global menjadi tantangan serius di tengah perubahan iklim dan ancaman krisis air bersih di berbagai wilayah dunia. Organisasi internasional terus mendorong efisiensi penggunaan air, terutama di sektor pertanian yang menjadi pengguna terbesar sumber daya tersebut. (*)
